Pajak Motor 2026 Naik di Beberapa Provinsi, Segini Kira-Kira Biaya Perpanjang STNK Matic Kamu

Beberapa hari ini WhatsApp grup motor saya rame banget bahas satu topik: pajak motor 2026 naik. Awalnya saya kira cuma isu recehan kayak biasa, eh ternyata beneran ada penyesuaian di beberapa provinsi. Buat teman-teman yang STNK-nya mau habis masa berlaku tahun ini, kayaknya wajib baca ini biar nggak kaget pas ke Samsat terus lihat nominal di kertas beda dari tahun lalu.
Jadi gini, sejak aturan opsen pajak kendaraan bermotor resmi jalan mulai awal 2025 kemarin, sekarang komponen pajak motor itu nggak cuma PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) doang. Ada tambahan opsen yang dipungut buat kabupaten/kota, jadi total yang teman-teman bayar itu gabungan PKB provinsi plus opsen daerah. Nah di tahun 2026 ini beberapa provinsi mulai menyesuaikan lagi tarif dasarnya, entah karena NJKB (Nilai Jual Kendaraan Bermotor) diperbarui atau memang ada penyesuaian kebijakan daerah. Efeknya, angka yang keluar di STNK bisa lebih tinggi dari perpanjangan tahun sebelumnya meski motornya sama persis, umurnya juga makin tua.
Biar nggak cuma teori, saya kasih gambaran kasar buat motor matic yang paling laris di jalanan kita. Untuk motor kayak Honda BeAT atau Yamaha Mio keluaran 3-4 tahun terakhir, biasanya pajak tahunan (PKB plus SWDKLLJ) itu di kisaran Rp250 ribuan sampai Rp350 ribuan tergantung provinsi. Nah kalau ada penyesuaian tarif atau opsen naik, jangan kaget kalau totalnya bisa nambah Rp20 ribu sampai Rp70 ribu dari tahun lalu. Buat motor yang levelnya lebih atas kayak Honda Vario 160 atau Yamaha NMAX, pajak tahunannya biasanya sudah di rentang Rp400 ribuan sampai Rp600 ribuan, dan kenaikannya juga proporsional lebih gede karena NJKB-nya lebih tinggi.
Nah ini yang bikin saya penasaran, saya coba cek langsung ke teman yang kerja di sekitaran Samsat DIY. Katanya di Jogja dan sekitaran Jateng sendiri penyesuaiannya nggak segila provinsi lain, tapi tetap ada kenaikan meski nggak drastis-drastis amat. Buat motor matic harian yang biasa dipakai anak kos atau kuliahan di Jogja, kemungkinan tambahannya cuma selisih puluhan ribu aja, bukan yang bikin dompet jebol. Tapi ya tetap aja, kalau dikumpulin sama biaya servis rutin dan ganti oli, lumayan juga nambah pos pengeluaran bulanan.
Yang penting sebenarnya bukan cuma soal naik apa nggaknya, tapi jangan sampai teman-teman telat bayar. Kalau sampai telat, dendanya itu ngalir terus per bulan dan bisa bikin total yang harus dibayar jauh lebih gede dibanding cuma nambah opsen doang. Saran saya, mending rajin cek estimasi pajak lewat aplikasi Signal atau e-Samsat provinsi masing-masing sebelum jatuh tempo, biar ada gambaran duit yang harus disiapin, apalagi kalau memang beneran ada penyesuaian tarif di daerah teman-teman.
Buat yang lagi mikir mau ganti motor baru karena mikir ah pajak motor lama juga naik terus, saya sih sarankan hitung dulu total cost of ownership-nya, bukan cuma harga OTR pas beli. Soalnya motor baru pun kena pajak progresif kalau itu kendaraan kedua, dan NJKB motor baru otomatis lebih tinggi jadi pajak tahunannya juga nggak murah-murah amat di tahun-tahun pertama. Intinya, mau motor lama atau baru, sekarang saatnya lebih rajin mantau info pajak biar nggak kaget pas antre di Samsat.
