Honda ST125 Dax 2026 Resmi Meluncur, Dua Warna Baru Rp84,5 Juta — Worth It Buat Koleksi Motor Retro?

Honda ST125 Dax 2026 Resmi Meluncur, Dua Warna Baru Rp84,5 Juta — Worth It Buat Koleksi Motor Retro?
Honda ST125

Kabar gembira buat pecinta motor retro imut, Honda ST125 Dax akhirnya dapet penyegaran di tahun 2026 ini. Bukan cuma ganti tahun doang, AHM (lewat unit yang menaungi lini retro Honda) resmi ngeluncurin dua pilihan warna baru yang bikin tampilan si mungil ini makin kece buat dipajang atau dipamerin di kongkow komunitas. Harganya dipatok Rp84,5 juta on the road, angka yang jujur aja bikin sebagian orang mengernyitkan dahi karena segitu duit sebenernya udah bisa nebus motor sport 250cc bekas mulus atau motor harian baru yang jauh lebih fungsional.

Tapi ya namanya Dax, dari lahirnya emang bukan buat rasional-rasionalan. Motor ini lahir dari basis desain klasik era 70-an yang kembali dihidupkan Honda lewat platform modern, mirip strategi yang dipake buat Monkey dan CT125. Bodinya kecil mungil dengan ban gambot ala motocross mini, setang model tinggi yang khas, plus lampu bulat retro yang jadi ciri khas keluarga Dax dari dulu. Soal dua warna baru ini, biasanya Honda kasih kombinasi earth tone kayak hijau army atau krem gading yang emang lagi digandrungi buat gaya retro-modern, dipadu aksen list klasik yang bikin motor ini keliatan makin premium meski ukurannya seuprit.

Dari sisi dapur pacu, ST125 Dax masih setia pakai mesin 124cc SOHC satu silinder berpendingin udara yang sama kayak dipakai di Monkey dan Super Cub, tenaganya sekitar 9,7 dk dengan transmisi 4-percepatan. Jangan bayangin motor ini buat ngebut di jalan tol ya, karakternya emang santai buat cruising pelan sambil menikmati tatapan orang-orang di jalan yang penasaran sama bentuknya yang unik. Justru di situ letak daya tariknya, motor ini dibeli bukan buat ngejar top speed tapi buat gaya hidup dan koleksi.

Nah soal worth it apa nggak buat koleksi, ini yang menarik dibahas. Kalau teman-teman tipe yang suka ngumpulin motor unik buat dipajang di garasi, dipake foto-foto, atau sesekali dibawa jalan santai keliling kompleks, Dax ini jawabannya iya banget worth it. Nilai jualnya di pasar motor retro cenderung stabil bahkan bisa naik kalau produksinya terbatas, apalagi dengan dua warna baru ini biasanya jadi buruan kolektor yang pengen motor dengan skema warna yang beda dari batch sebelumnya.

Tapi kalau tujuan teman-teman beli motor buat kebutuhan harian yang serba guna, jujur aja Dax bukan pilihan yang paling logis. Bagasi mini, posisi berkendara yang nggak semua orang cocok karena setangnya tinggi banget, dan harga yang setara motor 150cc premium bikin motor ini masuk kategori barang lifestyle ketimbang kendaraan fungsional.

Dax 2026 vs Monkey vs CT125, Mending Pilih Mana?

Buat yang masih galau antara tiga saudara retro Honda ini, saya kasih gambaran singkat. ST125 Dax unggul di faktor keunikan bentuk karena paling ikonik dengan setang tinggi khasnya, cocok buat yang suka tampil beda. Monkey lebih compact dan lincah, harganya di kisaran Rp70 jutaan OTR, pas buat yang budget agak ketat tapi tetep pengen nuansa retro. Sementara CT125 punya keunggulan di sisi adventure look dengan ban lebih pakem buat medan ringan, harganya paling mahal di kisaran Rp90 jutaan. Kalau soal mesin, ketiganya sama persis, jadi bedanya murni di desain dan segmen gaya yang disasar.

Buat teman-teman di Jogja dan sekitar Jateng, harga OTR Dax 2026 kemungkinan bakal sedikit lebih tinggi dari Jakarta, estimasi kasar sih di kisaran Rp86 sampai Rp87 jutaan tergantung biaya balik nama dan pajak daerah masing-masing kabupaten. Wajar aja karena motor CBU atau semi-CBU kayak gini biaya distribusinya emang lebih mahal ketimbang motor produksi massal lokal. Kalau memang niat beli, mending langsung cek ke dealer Honda besar di Jogja karena unit warna baru biasanya stoknya terbatas dan cepet ludes di tangan kolektor.

Honda Monkey 125

Akhir kata, Honda ST125 Dax 2026 ini pas banget buat teman-teman yang emang udah lama naksir motor retro dan punya budget lebih buat beli barang yang sifatnya koleksi ketimbang kebutuhan. Worth it? Balik lagi ke prioritas masing-masing, tapi kalau soal gengsi dan keunikan di jalan, susah nyari tandingannya di harga segitu.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cart
  • No products in the cart.