Skema Tukar Tambah Motor Bensin ke Motor Listrik 2026 Diperluas, Ini Cara Daftar dan Syaratnya

Kabar gembira buat teman-teman yang dari kemarin mupeng pengen pindah ke motor listrik tapi masih sayang sama motor bensin kesayangan: pemerintah resmi memperluas skema tukar tambah motor bensin ke motor listrik di tahun 2026 ini. Kalau sebelumnya program semacam ini kesannya cuma manjur di Jakarta dan sekitarnya, sekarang cakupannya nambah ke banyak kota, dan Jogja plus beberapa daerah di Jawa Tengah masuk dalam daftar yang kebagian jatah.
Jadi ceritanya begini, program tukar tambah ini beda sama subsidi konversi motor listrik yang selama ini sudah jalan. Kalau konversi itu motor bensin lama teman-teman diubah mesinnya jadi elektrik, nah tukar tambah ini lebih simpel: motor bensin lama disetorkan ke dealer atau mitra resmi yang ditunjuk, terus nilainya dipotongkan buat DP motor listrik baru. Ditambah lagi ada insentif dari pemerintah yang nilainya lumayan, jadi total potongan yang didapat bisa dobel, dari nilai tukar tambah plus subsidi negara.
Buat yang penasaran berapa besaran insentifnya, tahun ini pemerintah menaikkan sedikit dari skema sebelumnya. Kalau dulu subsidi motor listrik baru sekitar Rp 7 juta per unit, sekarang ada penyesuaian jadi kisaran Rp 7-10 juta tergantung tipe motor dan kapasitas baterainya. Nah ini yang bikin menarik, karena kalau digabung sama nilai tukar tambah motor bensin lama, harga motor listrik yang tadinya OTR Rp 25 jutaan bisa ditebus dengan selisih bayar yang jauh lebih ringan.
Soal syaratnya, tidak ribet-ribet amat kok. Motor bensin yang mau ditukarkan wajib punya STNK dan BPKB atas nama sendiri, dan kondisi motor masih menyala normal alias bukan bangkai yang cuma numpang nampang di gudang. Usia motor juga ada batasannya, biasanya motor yang diproduksi minimal lima tahun ke belakang yang paling diprioritaskan, meski beberapa dealer mitra program ini tetap mau menerima motor yang lebih tua asal kondisi mesin masih hidup dan surat-suratnya lengkap.

Dokumen yang perlu disiapkan juga standar banget: KTP, KK, STNK asli, BPKB asli, dan motor bensinnya sendiri yang dibawa ke lokasi verifikasi. Nanti dari situ, tim penilai bakal ngecek kondisi motor, kelengkapan surat, sampai nomor rangka dan mesin biar cocok sama data di STNK. Kalau semua oke, teman-teman bakal dapat semacam sertifikat tukar tambah yang nilainya langsung dipakai buat motong harga motor listrik baru.
Yang bikin program ini makin menarik buat wilayah Jogja dan Jateng, beberapa dealer resmi merek motor listrik lokal sudah mulai buka gerai khusus buat layani program ini, jadi teman-teman gak perlu jauh-jauh ke Jakarta atau Surabaya. Dealer di sekitar Jalan Magelang, Jalan Wates, sampai kawasan Solo dan Semarang katanya sudah mulai menerima pendaftaran sejak awal bulan ini.
Kalau ngomongin pilihan motor listrik yang bisa dibeli lewat program ini, variannya lumayan beragam. Ada motor listrik tipe skutik harian yang cocok buat teman-teman yang butuh kendaraan simpel buat ke kantor atau kampus, sampai tipe yang speknya lebih gahar dengan jarak tempuh baterai lebih jauh, cocok buat yang commuting-nya agak jauh macam Jogja-Klaten atau Solo-Sukoharjo. Range harga OTR-nya di Jogja dan Jateng saat ini berkisar Rp 18 jutaan sampai Rp 32 jutaan tergantung merek dan spesifikasi baterai, dan itu belum dipotong insentif serta nilai tukar tambah motor lama.
Cara daftarnya sendiri gampang, teman-teman tinggal datang ke dealer resmi yang sudah terdaftar sebagai mitra program, bawa motor bensin beserta dokumen lengkap, terus isi formulir pendaftaran yang disediakan petugas. Prosesnya biasanya memakan waktu sekitar satu sampai dua minggu buat verifikasi data sebelum akhirnya insentif dan nilai tukar tambah dicairkan dan dipakai buat transaksi motor listrik baru. Ada juga opsi pendaftaran online lewat platform yang disediakan asosiasi motor listrik nasional, jadi teman-teman bisa cek dulu estimasi nilai tukar tambah motor lama sebelum capek-capek ke dealer.
Satu hal yang perlu diingat, kuota program ini terbatas dan biasanya dibagi per wilayah, jadi kalau teman-teman memang sudah niat pindah ke motor listrik tahun ini, mendingan buruan daftar sebelum kuota di kota masing-masing kehabisan. Soalnya kalau melihat animo tahun-tahun sebelumnya, program semacam ini biasanya ludes duluan sebelum tutup tahun.
Kalau dibandingkan beli motor listrik biasa tanpa ikut program ini, jelas selisihnya lumayan kerasa di kantong. Motor bensin lawas yang mungkin cuma laku dijual dijemput tukang loak dengan harga seadanya, sekarang bisa punya nilai tambah yang jauh lebih berguna buat modal awal motor listrik. Jadi buat teman-teman yang motor bensinnya sudah mulai uzur dan mikir-mikir mau ganti kendaraan, sekarang momennya pas banget buat pindah haluan ke motor listrik sambil manfaatin insentif pemerintah ini.
