Latest

Modifikasi Honda Vario Retro Budget Murah 2026, Tanpa Bongkar Mesin

Vario tetangga sebelah masih standar pabrik, punya teman-teman kok rasanya pengin beda sendiri? Nah, ini yang bikin tren modifikasi Honda Vario retro budget murah 2026 makin rame dicari — bukan modif ngoprek mesin yang bikin dompet jebol dan motor jadi ribet dipakai harian, tapi modif tampilan yang bikin Vario standar berubah jadi punya karakter klasik cuma dengan ganti setang, jok custom, dan pelek. Enaknya lagi, semua ini bisa dikerjain tanpa bongkar mesin sama sekali, jadi garansi mesin aman dan motor tetap bisa dipakai nganter anak sekolah besoknya.

Konsep modif kayak gini sebenarnya udah lama jadi favorit di kalangan builder custom — tinggal tiru logikanya, cuma disesuaikan ke basis Vario yang jauh lebih murah perawatannya dibanding motor custom built-up. Yang menarik, trennya makin kuat karena banyak yang nyari tampilan beda tapi nggak mau ribet urus STNK/BPKB gara-gara ganti rangka atau mesin. Jadi fokusnya: part bolt-on, legal, dan hasilnya kelihatan “niat” padahal budgetnya tipis-tipis amat.

Kenapa Pilih Gaya Retro Minimalis buat Vario?

Gaya retro itu enaknya di mana-mana cocok. Nggak kayak modif ekstrem yang kadang bikin motor jadi nggak nyaman dipakai harian — jok terlalu tipis, setang kejongkok, atau pelek gede yang bikin ban jadi “cacingan” — modif retro minimalis justru biasanya tetap mikirin ergonomi. Setang model custom biasanya cuma naik dikit atau malah dibikin lebih rendah tapi lebih lebar, bukan ekstrem kayak chopper. Jok custom juga bisa tetap empuk asal busanya dipesan sesuai postur, bukan asal tipis biar kelihatan sporty doang.

Soal pelek, ini yang paling sering jadi perdebatan. Pelek OEM ring 14 inci dengan warna hitam yang tampilannya “gitu-gitu aja” bikin sebagian orang kepincut ganti ke pelek 17 jari-jari, meski efeknya ban motor akan terlihat cacingan. Nah, buat yang mau tampilan retro tapi tetap nyaman dipakai harian — apalagi buat nerjang jalan berlubang khas Jogja-Solo yang kadang nongol tiba-tiba abis tikungan — saran saya: tetap di ring 14 tapi pilih model palang klasik, bukan maksa ganti ring supaya kelihatan “racing”. Sudah banyak pilihan pelek aftermarket model retro classic dengan palang lurus dan rapat, bahkan ada juga yang modelnya mirip pelek delman atau berpalang serupa shuriken. Ini jauh lebih aman buat kestabilan motor dibanding maksain ring lebih besar yang belum tentu PnP (plug and play) ke Vario.

Part Utama yang Dipakai: Setang, Jok, dan Pelek

Buat setang, opsi paling umum dan paling gampang dicari di toko variasi adalah model custom ala cafe racer atau model “jepit” yang nggak terlalu ekstrem — cukup bikin posisi tangan sedikit lebih menunduk tanpa bikin pegal pas macet di lampu merah. Harganya variatif tergantung bahan, tapi untuk kelas aftermarket lokal biasanya masih masuk kategori murah meriah.

Jok custom ini bagian paling personal. Pemilihan model jok untuk motor custom itu penting supaya tampilannya cocok dengan gaya motor — salah pilih model, bisa-bisa tampilan motor malah jadi nggak enak dipandang. Buat Vario yang basisnya matic modern, saya pribadi lebih sreg sama model jok yang agak “mengkotak” rata, mirip gaya CB klasik, daripada model buntut tawon yang biasanya lebih pas buat basis sport. Menurut pegawai agen spare part motor custom, jenis jok itu banyak pilihannya, ada yang untuk gaya Japstyle, Cafe Racer, hingga Honda CB100 dan C70. Soal harga, dari pengalaman di lapangan, jok custom biasanya dibanderol dengan harga yang hampir seragam per modelnya, sekitar Rp180 ribuan untuk kelas standar builder lokal — walau tentu di 2026 ini ada penyesuaian harga bahan, jadi anggap aja itu patokan kasar, bukan harga mati.

Nah, buat pelek, ini bagian yang paling nguras budget kalau nggak hati-hati milih. Untuk lebar ring 14, kebanyakan toko variasi menjual ukuran 2.15 inci dan 2.50 inci, dan masih bisa pakai ban standar atau naik satu step saja — ini penting biar teman-teman nggak kaget pas ban harus custom order yang harganya bisa dua kali lipat ban biasa. Dari toko variasi di Jakarta, harga pelek aftermarket ring 14 inci bergaransi mulai dari sekitar Rp800 ribuan, meski sekarang pilihannya makin banyak dan harganya makin kompetitif. Kalau mau yang lebih terjangkau lagi, ada pelek seperti Scarlet Racing ring 14 model WM WR Shape yang dibanderol mulai Rp300 ribuan hingga Rp700 ribuan per buah tergantung lebar dan modelnya, bahkan ada juga pelek racing model palang 8 lurus yang dirancang khusus PnP buat Vario 125/150 dengan harga sekitar Rp1 jutaan.

Estimasi Total Biaya Modifikasi Vario Retro 2026

Ini bagian yang paling banyak dicari — berapa sih total duit yang harus disiapin? Saya coba breakdown versi realistis buat budget tipis-tipis, bukan yang full custom pakai part import mahal. Harga di bawah ini kisaran pasaran toko variasi dan online shop, bisa naik-turun tergantung kota dan merek yang dipilih.

Komponen Spesifikasi/Model Estimasi Harga
Setang custom retro Model jepit/cafe racer aftermarket lokal Rp150.000 – Rp400.000
Jok custom + busa Model CB klasik/retro, jasa custom builder lokal Rp180.000 – Rp350.000
Sepasang pelek ring 14 retro Model palang klasik/WM WR Shape aftermarket Rp600.000 – Rp1.400.000
Ban baru (opsional, kalau ganti ukuran) Ring 14 standar atau naik 1 step Rp300.000 – Rp600.000
Jasa pasang + bongkar-pasang Bengkel variasi umum Rp100.000 – Rp200.000
Estimasi TOTAL – Rp1.330.000 – Rp2.950.000

Range segitu lumayan lebar, memang, soalnya tergantung banget sama merek pelek yang dipilih dan apakah jok dikerjain builder lokal langganan atau pesan custom dari toko ternama yang biasanya lebih mahal. Buat teman-teman di Jogja atau Jateng, harga jasa pasang biasanya malah lebih murah dibanding Jakarta, jadi total bisa ditekan lagi sampai Rp1,2 jutaan kalau pinter nyari bengkel variasi langganan.

Legalitas: Apa yang Aman dan Apa yang Bisa Kena Tilang

Ini yang sering kelewat dipikirkan pas udah kebelet modif. Ganti setang, jok, dan pelek ring 14 standar itu relatif aman secara hukum selama nggak mengubah dimensi motor secara ekstrem dan nggak mengganggu fungsi keselamatan. Tapi hati-hati soal dua hal: pertama, kalau ganti ukuran ban terlalu jauh dari standar pabrikan bisa bikin spidometer jadi nggak akurat — ini teknis aja sih, bukan soal tilang. Kedua, dan ini yang lebih serius, jangan sampai modif tampilan ini dibarengi juga sama knalpot brong, soalnya razia makin gencar belakangan ini. Kalau teman-teman penasaran bedanya knalpot yang aman dan yang berisiko kena tilang, bisa baca lebih detail di artikel knalpot racing SNI vs brong 2026, apalagi razia kayak yang kejadian di razia knalpot brong di Batam baru-baru ini nunjukkin aparat emang lagi serius soal ini. Operasi tilang juga makin rutin digelar, jadi ada baiknya cek juga pola razia yang dibahas di operasi KRYD tilang motor biar nggak kaget kalau kena stop random di jalan.

Perbandingan: Modif Retro vs Beli Motor Retro Pabrikan

Pertanyaan yang sering muncul: “Daripada modif, mending beli motor retro pabrikan aja kan?” Jujur, ini tergantung budget dan tujuan. Kalau teman-teman emang pengin motor retro “murni” dari pabrik dengan basis mesin baru dan garansi resmi, opsi kayak Honda Stylo 160 vs Grand Filano bisa jadi pembanding yang menarik — tapi ya harganya jelas beda jauh banget sama budget modif Vario yang cuma jutaan rupiah segini. Buat yang Vario-nya udah lunas kredit atau malah udah cash, modif retro minimalis ini jauh lebih masuk akal secara biaya ketimbang jual-beli motor baru. Menang telak soal efisiensi budget, walau ya jelas secara “kemurnian” desain nggak bisa dibandingin head-to-head sama motor yang emang dirancang retro dari pabrik.

Tips Praktis Sebelum Mulai Modif

Satu hal yang sering dilewatkan: cek dulu PnP atau nggaknya part ke tipe Vario teman-teman, soalnya Vario 125 lama, Vario 125 baru, dan Vario 150 punya beberapa perbedaan dudukan yang bisa bikin part nggak pas kalau asal beli. Mending tanya dulu ke penjual, kirim foto motor, baru transfer. Biar nggak kejadian pelek udah dibeli ternyata beda PCD atau as roda, yang ujung-ujungnya malah nambah biaya modifikasi.

Soal pemasangan, kalau teman-teman nggak terlalu paham otak-atik motor, mending serahin ke bengkel variasi yang udah biasa megang Vario custom. Jangan coba-coba pasang pelek sendiri kalau nggak yakin soal bearing dan as roda, karena ini menyangkut keselamatan langsung pas motor dipakai ngebut di jalan tol dalam kota atau pas nikung di tanjakan. Buat rujukan resmi soal spare part dan aksesori asli, teman-teman juga bisa cek situs resmi Astra Honda buat mastiin kompatibilitas part OEM yang mau dikombinasi sama part aftermarket.

Terakhir, soal budget: jangan kalap pengin semua part langsung dalam satu waktu kalau dompet lagi cekak. Modif bertahap itu sah-sah aja — bulan ini ganti jok dulu, bulan depan baru pelek. Toh hasil akhirnya sama aja, cuma prosesnya lebih santai dan nggak bikin dompet jebol mendadak. Worth it nggak sih modif kayak gini buat 2026? Buat yang emang pengin tampil beda tanpa ribet urus mesin, saya bilang ini salah satu cara paling masuk akal buat Vario harian.

Sumber Rujukan

Tips Berkendara Motor Saat Hujan 2026: Biar Nggak Gampang Jatuh

Oktober udah masuk musim hujan, dan jujur aja, ini bulan paling rawan buat yang tiap hari naik motor ke kantor atau kampus. Bukan cuma soal basah-basahan, tapi tips berkendara motor saat hujan 2026 ini sebenarnya soal nyawa — jalan licin, jarak pandang pendek, dan rem yang responsnya beda jauh dari kondisi kering. Saya sendiri ngerasain, baru gerimis lima menit aja aspal udah bisa berubah jadi licin kayak kena oli, apalagi di jalan yang banyak tambalan atau dekat pasar becek.

Yang bikin runyam, banyak pengendara masih nganggep hujan cuma soal “pakai jas hujan terus jalan kayak biasa”. Padahal cara baca jalan, jarak aman, sampai teknik ngerem itu semua harus disesuaikan. Kalau kebiasaan harian dibawa mentah-mentah pas musim hujan, ya wajar kalau angka kecelakaan motor pas musim ini cenderung naik.

Kenapa Jalan Licin Saat Hujan Itu Beda dari yang Dibayangkan

Banyak yang mikir jalan paling licin itu pas hujan deras. Padahal yang paling berbahaya justru menit-menit pertama gerimis turun. Debu, oli bekas tetesan motor lain, sama residu aspal yang menumpuk selama musim kemarau itu kebawa naik ke permukaan dan bercampur air, bikin lapisan tipis yang licinnya minta ampun. Setelah hujan agak lama, lapisan itu biasanya udah “tercuci” dan grip ban balik agak mendingan.

Tempat yang wajib diwaspadai: marka jalan (cat putih/kuning), manhole atau tutup got besi, jembatan besi, sama area dekat SPBU atau bengkel yang sering ada tumpahan oli. Semua itu jadi jebakan licin instan begitu kena air. Kalau lihat ada marka zebra cross pas hujan, kurangi kecepatan jauh-jauh hari sebelum nyampe, jangan rem mendadak pas udah di atasnya.

Trotoar yang berlumut atau jalan di bawah pohon rindang juga sama bahayanya — lumut dan dedaunan basah itu licinnya nggak kalah sama oli. Baca jalan di depan itu skill yang harus dilatih, bukan cuma modal insting doang.

Jarak Aman: Kenapa Harus Dua Kali Lipat dari Biasanya

Ini yang paling sering diremehin. Pas kondisi kering, jarak aman standar sekitar 3 detik ke kendaraan di depan udah cukup. Giliran hujan? Jarak pengereman motor bisa molor jauh lebih panjang karena ban kehilangan traksi, jadi idealnya jarak aman digandain, minimal 4-5 detik atau bahkan lebih kalau hujannya deras banget.

Gampangnya gini: lihat kendaraan di depan lewatin suatu titik (misal tiang listrik), terus hitung dalam hati sampai motor teman-teman sendiri nyampe titik yang sama. Kalau kurang dari hitungan di atas, berarti jaraknya kepepet, kudu dikendurin gasnya.

Jarak aman ini juga penting buat antisipasi pengereman mendadak dari kendaraan lain. Mobil di depan ngerem dadakan gara-gara lihat lubang? Motor yang jaraknya terlalu rapat otomatis ikut kena getahnya.

Aquaplaning: Momok yang Sering Disepelekan Pengendara Motor

Aquaplaning itu kondisi ban kehilangan kontak sama aspal karena ada lapisan air yang nggak sempat “dibuang” alur ban, bikin motor serasa ngambang dan setir/stang jadi nggak nurut. Di mobil udah ngeri, apalagi di motor yang keseimbangannya ditopang cuma dua titik kontak ban. Genangan air setinggi mata kaki aja, kalau diterjang dengan kecepatan tinggi, udah cukup bikin motor “ngambang” sesaat.

Soal matic vs bebek, sebenarnya risikonya mirip-mirip, tapi matic agak lebih rawan karena CVT bikin tenaga nyalur lebih instan dan banyak pengendara matic kebiasaan geber gas pol dari posisi diam. Bebek dengan transmisi manual biasanya lebih gampang dikontrol torsinya pelan-pelan. Jadi buat pengendara matic, tahan godaan buat narik gas pol-polan pas lewat genangan, pelan-pelan aja, teman-teman bukan lagi balapan.

Kalau udah kejebak di genangan yang nggak kelihatan dasarnya, jangan panik rem mendadak. Lepas gas pelan-pelan, luruskan stang, biarkan motor melaju lurus sampai keluar genangan, baru kurangi kecepatan bertahap.

Langkah Praktis Sebelum dan Saat Berkendara di Musim Hujan

  1. Cek kondisi ban sebelum berangkat. Pastikan alur ban (tapak) masih jelas, minimal kedalaman alur di atas 1-2 mm. Ban gundul itu bahaya banget pas musim hujan karena nggak bisa buang air dari permukaan telapak. Alat: cukup lihat visual atau pakai koin buat ngukur kedalaman alur. Biaya: ganti ban motor standar kisaran Rp300 ribuan-Rp600 ribuan tergantung merek dan ukuran. Tingkat kesulitan: mudah, bisa dicek sendiri di rumah.
  2. Nyalakan lampu utama meski masih siang, biar kelihatan jelas sama pengendara lain di tengah hujan yang bikin jarak pandang pendek.
  3. Kurangi kecepatan jauh sebelum masuk tikungan, jembatan besi, atau area bermarka. Jangan ngerem pas udah di atasnya, ngerem dan belok sebelum masuk area licin.
  4. Gunakan rem depan dan belakang berbarengan secara halus, jangan ngerem mendadak satu rem doang. Buat motor matic, tarik kedua tuas rem bareng dengan tekanan lembut bertahap, bukan dihentak.
  5. Hindari manuver mendadak kayak nyalip dadakan atau banting stang buat ngehindar lubang. Lebih aman kurangi kecepatan dan ambil jalur lurus.
  6. Pakai jas hujan model setelan (atasan-bawahan) dibanding ponco, karena ponco gampang terbang kena angin dan bisa nyangkut di rantai atau ban. Biaya jas hujan setelan standar kisaran Rp50 ribuan-Rp150 ribuan.
  7. Berhenti di tempat aman kalau hujan udah deras banget sampai jarak pandang di bawah 20-30 meter atau ada angin kencang disertai petir. Cari pom bensin, halte, atau teras ruko, jangan berhenti di bawah pohon besar atau baliho karena risiko tumbang/roboh.

Tabel Masalah, Penyebab, dan Solusi Berkendara Saat Hujan

Masalah Penyebab Solusi
Motor selip tiba-tiba di tikungan Lapisan minyak/debu bercampur air di awal hujan Kurangi kecepatan jauh sebelum tikungan, hindari rem/belok tajam di atas marka
Stang ngambang/nggak nurut Aquaplaning akibat genangan dalam diterjang kecepatan tinggi Lepas gas perlahan, luruskan stang, jangan rem mendadak
Jarak pengereman jadi panjang Traksi ban berkurang di aspal basah Perbesar jarak aman jadi 2x lipat, rem dua tuas secara halus
Jas hujan nyangkut di rantai/ban Pakai ponco yang terlalu lebar dan terbang kena angin Ganti pakai jas hujan setelan atasan-bawahan
Jarak pandang mendadak nol Hujan deras disertai angin kencang Berhenti di tempat aman (pom bensin/teras ruko), tunggu reda

Kapan Harus Berhenti dan Cari Tempat Aman

Ini bagian yang sering dipaksain banyak orang: “udah deket rumah, gas aja terus”. Padahal kalau hujan udah sampai level jarak pandang cuma beberapa meter ke depan, disertai kilat dan petir yang keliatan deket, itu sinyal jelas buat berhenti. Nekat jalan terus dalam kondisi begitu risikonya bukan cuma jatuh, tapi juga ketabrak kendaraan lain yang sama-sama nggak kelihatan jelas.

Cari tempat berhenti yang teduh tapi bukan di bawah pohon besar, tiang listrik, atau baliho — itu semua berisiko roboh atau kesambar petir. Pom bensin, halte bus, atau teras ruko yang kokoh jauh lebih aman. Sambil nunggu reda, ini juga waktu yang pas buat ngecek kondisi motor, terutama kalau sempat nerjang genangan dalam — dengerin suara mesin, kalau ada bunyi aneh atau mesin brebet, jangan dipaksain jalan.

Soal razia dan kelengkapan berkendara, musim hujan juga bukan alasan buat lupa bawa SIM/STNK atau pakai helm yang layak. Kalau penasaran gimana pola penindakan di jalan belakangan ini, bisa dicek di artikel soal operasi KRYD tilang motor yang sempat saya bahas.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Musim Hujan

Kesalahan paling umum? Maksain make kecepatan harian yang biasa dipakai pas kondisi kering. Padahal yang namanya cuaca basah itu menuntut adaptasi penuh, bukan cuma pakai jas hujan doang terus merasa udah aman. Kesalahan lain yang juga sering saya lihat di jalan: ngerem mendadak pas lihat genangan, padahal harusnya kurangi kecepatan jauh-jauh hari sebelum nyampe situ.

Banyak juga yang nunda ganti ban meski udah botak demi ngirit, padahal ban gundul pas musim hujan itu kayak maen rolet nasib tiap hari. Kalau emang motor teman-teman tipe matic atau bebek yang usianya udah lumayan, cek juga kondisi rem dan kelistrikan (terutama lampu sein dan lampu rem) karena komponen ini rawan korslet kalau sering kena rembesan air dalam jangka panjang.

Buat yang lagi mikirin opsi kendaraan listrik buat harian, cara ngecasnya pun ada bedanya pas musim hujan, soal ini bisa dibaca di perbandingan cas di SPKLU vs charger rumahan.

Sumber Rujukan

Yamaha TMAX vs Honda Forza 250: Beda Harga 4 Kali Lipat, Mana yang Worth It?

Terakhir diperbarui: 29 September 2026. Harga adalah OTR Jakarta dari situs resmi dan portal otomotif; harga di kota lain bisa berbeda.

Kalau ditanya mending mana antara Yamaha TMAX dan Honda Forza, jawaban singkatnya begini: TMAX menang telak di performa dan fitur, tapi harganya sekitar empat kali lipat Forza. Forza 250 jauh lebih masuk akal buat yang mau merasakan skutik premium tanpa menguras tabungan. (more…)

Rival Suzuki Jimny Harga 2026: Sanggup Gusur Dominasi?

Rival Suzuki Jimny harga 2026 yang paling sering disebut-sebut komunitas offroad ada beberapa nama: Daihatsu Rocky/Toyota Raize versi 4×2 sport look, Suzuki Fronx, sampai mobil-mobil offroad mini buatan China yang mulai masuk lewat GIIAS dan pameran otomotif lain. Tapi kalau bicara rival satu segmen murni (bodi kotak, ground clearance tinggi, kesan offroad kental), jawaban paling jujur sebenarnya: belum ada yang benar-benar apple to apple dengan Jimny 3-door di harga Rp190 jutaan, tapi beberapa penantang baru mulai bikin Suzuki harus was-was. Nah, biar nggak penasaran, saya bedah satu-satu siapa aja yang berani nantang dan seberapa serius ancamannya. (more…)

MPV Bekas Murah vs LCGC Baru 2026: Duel Rp55 Jutaan

LCGC terlaris 2026

Buat keluarga muda dengan budget sekitar Rp55 jutaan, MPV bekas murah lebih unggul soal kapasitas dan kenyamanan buat bawa anggota keluarga lebih banyak, sementara LCGC baru 2026 menang di garansi resmi, servis lebih murah, dan bebas mikirin riwayat pemakaian orang lain. Tapi jawaban ini masih terlalu simpel buat keputusan sepenting beli mobil pertama keluarga, jadi mari kita bedah satu-satu. (more…)

Operasi KRYD Tilang Motor September 2026, Ini Polanya

Razia POLRI

Kalau belakangan ini teman-teman sering lihat razia mendadak di perempatan langganan macet, atau tiba-tiba ada barisan polisi lalu lintas di pinggir jalan yang biasanya sepi razia, itu bukan kebetulan. Sepanjang September 2026, Satlantas di berbagai kota memang kompak menggelar operasi KRYD (Kegiatan Rutin Yustisi Dilaksanakan) secara serentak. Bukan cuma di kota besar kayak Jakarta, Surabaya, atau Bandung, tapi juga menyebar sampai kota-kota lapis dua termasuk Jogja dan sekitarnya. (more…)

Honda Stylo 160 vs Grand Filano Harga 2026, Duel Retro

Yamaha Filano Honda Stylo

Kalau ditanya mending pilih mana antara Honda Stylo 160 vs Grand Filano harga 2026, jawaban singkatnya: Stylo 160 lebih unggul di performa mesin dan fitur riding modes, sementara Grand Filano Hybrid Neo lebih menang di konsumsi bensin dan desain retro yang lebih “total” ala klasik Eropa. Soal harga, keduanya sama-sama nongkrong di kisaran Rp29 jutaan OTR, jadi bedanya tipis banget dan balik lagi ke selera dan prioritas teman-teman. Nah, biar nggak bingung, mari kita bedah satu-satu. (more…)

BI Rate 2026 Kredit Mobil: Baru vs Bekas, Mending Mana?

 

BI rate 2026 yang ditahan di level 5,75 persen sama Bank Indonesia bulan September ini bikin bunga kredit mobil, baik baru maupun bekas, relatif stabil dalam waktu dekat — nggak ada gejolak kenaikan cicilan mendadak. Tapi soal mana yang lebih untung dicicil sekarang, jawabannya tergantung kebutuhan: mobil baru lebih untung buat teman-teman yang butuh kepastian garansi dan bunga promo DP rendah, sementara mobil bekas lebih hemat total biaya kepemilikan kalau budget cicilan bulanan mepet. Nah, biar nggak salah ambil keputusan, mari kita bedah lebih detail dari sisi angka-angkanya.

BI Rate 2026 Kredit Mobil

Buat teman-teman yang masih awam soal BI rate, singkatnya begini: BI rate itu semacam patokan suku bunga acuan yang dipakai bank buat nentuin bunga kredit, termasuk kredit kendaraan. Ditahannya BI rate di 5,75 persen ini sebenarnya kabar baik, soalnya artinya bank-bank leasing nggak punya alasan buat naikin bunga cicilan mobil dalam waktu dekat. Tapi ya jangan salah kaprah juga, BI rate ditahan bukan berarti bunga kredit mobil otomatis turun drastis — itu cuma bikin kondisi tetap kondusif, nggak makin berat. (more…)

Harga United C2000 Motor Listrik Murah 2026, Kok Bisa?

Harga United C2000 motor listrik murah 2026 yang beredar di angka Rp1,4 juta itu bukan harga jual normal, melainkan harga setelah potongan subsidi pemerintah plus diskon tambahan dari dealer/program tertentu yang sifatnya terbatas dan bersyarat. Harga OTR normalnya sendiri ada di kisaran Rp13-15 jutaan tergantung wilayah. Jadi kalau teman-teman lihat baliho atau story WhatsApp tetangga bilang “motor listrik cuma sejutaan”, itu valid tapi ada banyak embel-embel di baliknya yang wajib dicek dulu sebelum buru-buru DP. (more…)

IMHAX 2026 Rekor Transaksi: 18.693 Pengunjung, Rp11 M

Pameran modifikasi dan aksesori motor IMHAX 2026 baru aja kelar digelar, dan angkanya bikin banyak pelaku industri aftermarket melongo. Total 18.693 pengunjung dateng selama pameran berlangsung, dengan transaksi tembus Rp11 miliar. Ini bukan cuma jadi rekor baru buat penyelenggaraan IMHAX itu sendiri, tapi juga sinyal kuat kalau bisnis aksesori dan modifikasi motor di Indonesia masih jauh dari kata lesu — justru makin gede. (more…)

Cart
  • No products in the cart.