Test Ride Honda Super-ONE: Mobil Listrik Retro Modern yang Bikin Nostalgia tapi Harganya Bikin Mikir Dua Kali

Honda Super-ONE

Jujur saja, begitu lihat Honda Super-ONE nongkrong di diler Jogja minggu lalu, saya langsung tergoda buat cobain. Desainnya itu lho, kombinasi bodi bulat khas Super Cub jadul dipadu sentuhan modern yang bikin motor ini kelihatan beda dari skutik-skutik sejenis yang wara-wiri di jalanan. Bukan tipe motor yang bakal nyampur sama motor lain di parkiran minimarket, karena begitu diparkir, orang lewat pasti nengok dua kali.

Honda Super-ONE ini masuk kategori skutik listrik, jadi jangan bayangin suara mesin bensin yang khas. Begitu kunci kontak diputar dan tuas gas ditarik pelan, motor langsung meluncur halus tanpa suara berisik. Buat teman-teman yang biasa naik motor bensin, sensasinya emang beda banget di awal, kayak naik motor yang lagi bisik-bisik. Tapi setelah lima menit jalan, saya malah jadi suka sama ketenangan ini, apalagi buat riding santai keliling komplek atau nganter anak sekolah.

Honda Super-ONE

Soal performa, tenaga yang disalurkan motor listrik ini cukup responsif buat stop and go di tengah kemacetan Malioboro atau jalanan Solo yang padat pas jam pulang kantor. Akselerasi awal terasa nyentak halus, khas motor listrik yang torsinya langsung penuh dari putaran bawah. Tapi kalau teman-teman berharap tarikan atas kayak skutik bensin 150cc, ya jangan berharap terlalu tinggi, karena karakternya memang lebih ke city commuter yang nyaman dipakai harian, bukan buat kebut-kebutan di jalan lurus.

Posisi duduk Super-ONE juga bikin saya betah, jok empuk dengan postur tegak yang nyaman buat perjalanan menengah. Setang model retro dengan diameter agak kecil bikin kesan klasiknya makin kental, meski buat tangan orang Indonesia yang rata-rata nggak terlalu besar, genggamannya pas kok. Bagasi di bawah jok cukup buat nyimpen jas hujan sama dompet, meski nggak bisa dibilang lega banget kalau dibandingkan skutik konvensional yang tangki bensinnya dipindah ke bawah setang.

Nah, ini bagian yang bikin saya mesti duduk dan mikir lama-lama: harganya. Honda Super-ONE dibanderol dengan harga OTR yang menyentuh kisaran Rp 450-500 jutaan di wilayah Jogja dan sekitarnya, tergantung varian dan biaya balik nama daerah masing-masing. Angka ini jelas bikin banyak orang mengernyitkan dahi, karena dengan duit segitu, teman-teman sebenarnya sudah bisa dapat motor matic bensin 150cc yang jauh lebih bertenaga dan servisnya juga lebih gampang dicari di bengkel mana pun.

Honda Super-ONE

Soal jangkauan baterai, ini juga jadi pertimbangan penting. Motor listrik model begini biasanya punya jarak tempuh sekitar 60-80 kilometer per pengisian penuh, tergantung gaya berkendara dan medan jalan. Buat teman-teman yang commuting jarak dekat dalam kota, ini jelas cukup, tapi kalau sering touring jarak jauh ke luar kota, harus mikir dua kali soal infrastruktur charging yang masih terbatas di banyak daerah, apalagi di luar Jawa.

Setelah muter-muter sekitar 20 menitan sama Honda Super-ONE ini, kesan saya jelas positif dari sisi desain dan pengalaman berkendara yang menyenangkan. Tapi realistis saja, motor ini lebih cocok buat teman-teman yang memang cari statement lifestyle sambil peduli isu lingkungan, bukan buat yang cari motor harian paling efisien dari sisi budget. Kalau dompet lapang dan mau tampil beda dari skutik pasaran, Super-ONE layak masuk daftar test ride.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cart
  • No products in the cart.