IMHAX 2026 Rekor Transaksi: 18.693 Pengunjung, Rp11 M

Pameran modifikasi dan aksesori motor IMHAX 2026 baru aja kelar digelar, dan angkanya bikin banyak pelaku industri aftermarket melongo. Total 18.693 pengunjung dateng selama pameran berlangsung, dengan transaksi tembus Rp11 miliar. Ini bukan cuma jadi rekor baru buat penyelenggaraan IMHAX itu sendiri, tapi juga sinyal kuat kalau bisnis aksesori dan modifikasi motor di Indonesia masih jauh dari kata lesu — justru makin gede.

Buat teman-teman yang belum familiar, IMHAX (Indonesia Motorcycle Helmet, Apparel & Accessories Expo — atau sebutan sejenisnya tergantung tahun penyelenggaraan) emang jadi salah satu ajang paling dinanti buat komunitas biker yang doyan gonta-ganti tampilan motor. Dari helm custom, knalpot racing, body kit, sampai apparel riding, semua numplek di satu tempat. Dan tahun ini, animo pengunjungnya kelihatan beda — bukan cuma rame buat foto-foto, tapi beneran belanja.

Kalau dihitung kasar, rata-rata transaksi per pengunjung ada di kisaran Rp588 ribuan (Rp11 miliar dibagi 18.693 orang). Angka ini masuk akal buat pameran aksesori, mengingat banyak barang yang dijual mulai dari ratusan ribu (apparel, sarung tangan, aksesori kecil) sampai jutaan rupiah (helm custom, knalpot full system, body kit lengkap). Yang menarik, ini nunjukin kalau pengunjung IMHAX bukan cuma window shopping — mereka dateng emang udah niat belanja.

Fenomena ini sebenarnya nyambung banget sama tren yang udah kelihatan di pameran-pameran sebelumnya. Contohnya waktu IMHAX 2026 mencatat transaksi Rp11 M dari duel KYTA vs KTC di edisi sebelumnya, kelihatan jelas kalau brand-brand aksesori lokal punya basis konsumen loyal yang siap ngeluarin budget lumayan buat upgrade motornya. Sekarang, dengan angka pengunjung yang makin naik, artinya pasar ini emang tumbuh, bukan cuma stagnan di angka yang sama.

Kenapa Bisnis Aksesori Motor Makin Menjanjikan?

Ada beberapa faktor yang bikin saya yakin tren ini bakal terus lanjut, minimal sampai beberapa tahun ke depan. Pertama, populasi motor di Indonesia emang gede banget, dan siklus modifikasi itu nggak pernah putus — begitu motor baru keluar, pasti ada aja yang pengen ganti knalpot, pasang aksesori, atau upgrade tampilan biar beda dari standar pabrik.

Kedua, konten media sosial ikut ngedorong tren ini makin kenceng. Sekarang orang modifikasi motor bukan cuma buat kepuasan pribadi, tapi juga buat konten — entah itu review, showcase build, atau sekadar pamer di story. Ini bikin demand aksesori motor jadi lebih dinamis dan cepat berubah mengikuti tren visual yang lagi viral.

Ketiga, dan ini yang menurut saya paling penting: soal legalitas dan keamanan aksesori makin jadi concern serius, terutama buat item yang berhubungan langsung sama regulasi kayak knalpot. Kalau teman-teman lagi mikir mau ganti knalpot racing, ada baiknya paham dulu bedanya knalpot racing ber-SNI dan yang brong, karena ini bukan cuma soal suara kenceng doang, tapi juga soal tilang dan keselamatan di jalan. Brand-brand yang serius garap sertifikasi SNI biasanya justru yang paling laris di pameran kayak IMHAX, karena pembeli sekarang makin melek soal ini.

Dari sisi ekosistem yang lebih luas, rekor transaksi IMHAX 2026 ini juga nunjukin kalau industri otomotif Indonesia — khususnya segmen after-sales dan aksesori — makin serius digarap oleh berbagai pihak. Bukan cuma pameran kayak IMHAX, tapi juga inisiatif-inisiatif lain kayak yang dibahas di RMF ekosistem otomotif 2026 yang coba bikin biker harian dapat lebih banyak benefit dari sisi servis, komunitas, sampai akses ke produk aftermarket resmi.

Kalau teman-teman lagi mikirin arah pasar aksesori motor ke depan, IMHAX 2026 ini kasih beberapa clue penting. Pertama, produk yang punya sertifikasi jelas dan legalitas terjamin bakal makin diminati — konsumen udah nggak asal beli murah, tapi mikir jangka panjang. Kedua, brand lokal punya peluang gede buat bersaing sama brand luar, asal konsisten soal kualitas dan after-sales support. Ketiga, momentum pameran kayak IMHAX ini kemungkinan bakal terus dimanfaatkan brand-brand besar buat launching produk baru, karena efek exposure-nya kelihatan langsung dari angka transaksi.

Buat pelaku usaha aksesori motor, baik yang skala kecil di bengkel modif lokal maupun yang udah punya brand nasional, momentum kayak IMHAX 2026 ini jadi bukti kalau pasar masih ada dan justru tumbuh. Yang perlu dibenerin cuma soal legalitas produk, kualitas after-sales, dan konsistensi eksis di ajang-ajang kayak gini biar makin dikenal luas. Kalau teman-teman punya rencana buka usaha di segmen ini, sekarang kayaknya momen yang pas buat mulai serius.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cart
  • No products in the cart.