IMHAX 2026 Aksesori Motor Terlaris: KYTA vs KTC, Rp11 M
Kalau teman-teman kira pameran aksesori motor cuma ajang cuci mata doang, coba mampir ke IMHAX 2026 kemarin. Indonesia Motorcycle Helmet, Apparel, and Accessories Expo alias IMHAX ini bukan main-main, dua raksasa distributor aksesori tanah air, KYTA dan KTC, sama-sama gelar booth gede-gedean dan hasilnya bikin melongo: transaksi gabungan tembus Rp11 miliar cuma dalam beberapa hari pameran. Ini bukti kalau pasar aksesori motor di Indonesia masih segemuk itu, apalagi menjelang akhir tahun kayak sekarang.
Buat yang belum familiar, KYTA (PT Kyta Distribusi Indonesia) dan KTC (Kawan Trend Center, atau yang lebih dikenal sebagai distributor besar produk helm dan apparel) memang dua nama besar yang selama ini jadi ujung tombak distribusi aksesori motor merek-merek populer ke seluruh Indonesia. Di IMHAX 2026, keduanya nggak cuma jualan, tapi juga adu strategi booth: mulai dari diskon gila-gilaan, bundling produk, sampai kolaborasi eksklusif sama brand ternama.
Nah yang bikin penasaran, barang apa sih yang paling diburu pengunjung sampai bikin angka transaksi segila itu? Dari data yang beredar dan obrolan santai sama beberapa pengunjung di lokasi, ada tiga kategori yang jadi primadona.
Pertama, helm full-face dan modular masih jadi juara. Ini nggak mengherankan sih, mengingat kesadaran soal keselamatan berkendara makin tinggi, ditambah tren riding jarak jauh yang makin digandrungi anak muda. Booth KYTA yang banyak gandeng brand helm lokal dan impor kelas menengah jadi jujugan utama, sementara KTC lebih kuat di segmen helm premium dengan diskon khusus event yang bikin harga jadi lebih masuk akal buat kantong.
Kedua, jaket riding dan apparel protektif. Ini kategori yang belakangan makin naik daun, apalagi sejak makin banyak komunitar rider yang mulai peduli sama safety gear lengkap, bukan cuma helm doang. Jaket dengan proteksi CE level 2, sarung tangan, sampai body armor laris manis di kedua booth. Wajar sih, mengingat cuaca ekstrem dan risiko jalanan yang makin tinggi bikin banyak orang akhirnya sadar pentingnya investasi di gear yang proper.
Ketiga, aksesori kekinian buat motor listrik dan skutik. Ini yang agak di luar dugaan tapi masuk akal kalau dipikir-pikir. Seiring makin banyaknya motor listrik yang wara-wiri di jalan, mirip yang pernah saya bahas soal duel Polytron FOX-200 vs United MX1200, kebutuhan aksesori khusus kayak charger portable, box tambahan, sampai holder HP dengan fitur fast charging ikut kebagian berkah dari tren ini.
Yang menarik dari duel KYTA vs KTC ini sebenarnya bukan cuma soal siapa yang lebih laris, tapi gimana strategi keduanya beda tipis tapi sama-sama efektif. KYTA lebih main di volume, banyak SKU dengan harga terjangkau biar konversi transaksi tinggi meski margin per item nggak segede itu. Sementara KTC lebih fokus ke value, mereka rela kasih diskon gede buat produk premium biar pengunjung ngerasa dapat barang bagus dengan harga event yang nggak bakal ketemu lagi di hari biasa.
Kalau dilihat dari sisi pengunjung, strategi ini sama-sama kena. Banyak yang datang dengan budget terbatas jadi puas belanja di booth KYTA buat kebutuhan harian, sementara yang emang niat upgrade gear riding jangka panjang rela ngeluarin budget lebih di booth KTC demi kualitas yang lebih terjamin.
Fenomena Rp11 miliar ini juga jadi sinyal kuat kalau industri aksesori motor Indonesia sebenarnya jauh lebih besar dari yang orang kira. Bukan cuma soal jual beli helm atau jaket biasa, tapi udah jadi ekosistem tersendiri yang ngikutin tren riding, gaya hidup, sampai perkembangan teknologi motor itu sendiri. Apalagi buat teman-teman yang doyan turing jarak jauh atau modif motor, event kayak IMHAX ini jadi semacam barometer, produk apa yang lagi hits dan worth dibeli tahun ini.
Buat yang kelewatan IMHAX 2026 dan masih penasaran mau upgrade gear riding, sebenarnya nggak perlu buru-buru, karena biasanya produk-produk yang laris di pameran bakal tetap tersedia di toko resmi maupun online, cuma ya harganya nggak sepromo waktu event. Tapi kalau soal timing, momen kayak gini emang paling pas buat belanja aksesori sekaligus, apalagi kalau teman-teman lagi merencanakan touring panjang atau baru aja upgrade motor ke maxi scooter kelas 250cc kayak Xmax atau Forza yang emang butuh gear riding lebih niat.
Yang jelas, dari sisi konsumen, persaingan sehat antara KYTA dan KTC ini menguntungkan banget. Harga jadi lebih kompetitif, variasi produk makin banyak, dan pengunjung punya lebih banyak pilihan sesuai budget dan kebutuhan. Kalau tren ini terus berlanjut, bukan nggak mungkin IMHAX bakal jadi kalender wajib tahunan buat para rider di Indonesia, sejajar sama pameran otomotif besar lainnya.



