Begitulah yang terjadi, data yang dikeluarkan oleh AISI menyebutkan bahwa ekspor Yamaha jauh mengungguli Honda. tercatat setidaknya sampai bulan agustus ini Yamaha telah mengekspor motor sebanyak 111.586 unit atau sekitar 59% dari total ekspor motor2 yang terdaftar di AISI, sementara Honda hanya mampu mengekspor 38.915 unit sepeda motor atau hanya 21% dari total ekspor. Sungguh berkebalikan dengan nilai penjualan kedua pabrikan di dalam negeri dimana untuk pasar lokal Honda lah jawaranya. (more…)
Perbandingan jumlah indent-er Honda CBR250RR vs Yamaha YZF-R25
Pada headline berita tertanggal 13 Agustus 2016 dari blog-nya pakde Triatmono disini tertulis “Penjualan Honda CBR250RR sudah dipesan 1000 unit dalam 2 minggu,… sales kudu kerja extra keraaas …???” sementara dari blognya om Leo pada artikel tertanggal 21 Mei 2014 disini tertulis “Dalam 1 Jam terdaftar 2.728 Penginden Yamaha YZF-R25”. Apa yang bisa ditarik dari dua judul diatas ? beda jumlah pengindent dan rentang waktu pengindent juwauh banget selisihnya. Padahal secara kasat mata jelas terlihat kalau Honda CBR250RR lebih superior kemana-mana dibandingkan kompetitornya, Yamaha YZF-R25. Kok bisa ya ? (more…)
Melihat tampang Suzuki Gixxer SF FI 150 yang baru rilis di India sana, yang pastinya Suzuki GSX-R150 bentuknya pun gak bakalan jauh-jauh dari itu, sepertinya motor ini bakalan susah buat diadu dengan Honda CBR150 atau bahkan Yamaha R15 Old version. Lupakan dulu soal nama besar Honda dan Yamaha, dengan modal desain motor saja Suzuki Gixxer SF FI 150 gak bakalan mampu memberikan perlawanan berarti. Sorry sorry to say… ni motor ‘relatif’ masuk kategori jelek jika dibandingkan dengan kompetitor. (more…)
Dalam konsep aslinya, Honda X-ADV, akan dirilis dengan kubikasi 745cc. Tentunya itu sangat tidak cocok jika dimasukkan ke dalam market dalam negeri. Tahu sendirilah, motor dengan kubikasi diatas 250cc pajaknya bisa berlipat-lipat, sampe kartu npwp terlihat kucel dibuatnya. Moge di ausie seharga Rp. 100jeti, masuk sini bisa tembus Rp. 300jeti… Meski tetep bakalan laku. Tapi yaahh… profitnya gak bakalan gede. Marginnya gak bakalan juwara. (more…)
Pertama, ini yang pura-pura pada lupa kalau KTM Duke 200 yang kena diskon ini adalah motor CBU (Completely Build Up), bukan barang bikinan lokal. Ini kasta pembeda pertama.
Berat bagi Yamaha untuk melawan kedigdayaan Honda di pasar sepeda motor Indonesia. Apa pasal ? karena diakui atau tidak branding Honda sudah sangat mengakar kuat dibenak orang Indonesia. Cukup bagi Honda untuk mengikuti langkah Yamaha dan mereka pasti akan menang, cepat maupun lambat, pastinya dengan beberapa improvement.
Tentunya kita masih ingat bagaimana Yamaha mio begitu moncer di awal-awal era motor matic di Indonesia. Kenapa ? karena ketika itu yang main matic di pasar lokal baru merk Yamaha. Ada sih,merk China, tapi bentuknya enggak banget. Sementara Honda ? masih asyik dengan pasar bebeknya. Akan tetapi cerita berubah manakala Honda mengeluarkan Vario dan Beat. Memang mio tidak langsung kalah, namun pelan tapi pasti pasarnya tergerus oleh penetrasi matic Honda.
The giant killer, Yamaha vixion generasi awal
Beralih ke kelas light sport, ada Yamaha Vixion yang dengan perkasa membabat pasar Honda megapro di awal kemunculannya, hingga di juluki the giant killer. Pasar merespon si bocah emas ini dengan baik karena membawa fitur yang fresh dan benar-benar baru. Desain sporty, rangka delta box serta suspensi monoshock tentu saja membuat Honda megapro serta merta terlihat begitu kuno.
Honda mencoba merespon dengan merestorasi total mega pro menjadi all new mega pro. Tidak tanggung-tanggung, rear disc break yang tidak ditemukan di Yamaha Vixion turut dibenamkan kedalam motor yang digadang-gadang bakal menjegal kedigdayaan Yamaha di kelas sport. Apa lacur, desain yang tidak semanis Yamaha Vixion membuat All new mega pro bernasib suram.
Beda banget ya ?
Kemudian muncullah varian baru yang benar-benar pure sport, dari desain sampai jeroan mesinnya, Honda CB150 Streetfire. Desain yang benar-benar dibenturkan dengan Yamaha vixion plus tambahan engine DOHC seolah-olah akan membuat jagoan baru Honda ini bakalan menang mudah melawan Yamaha Vixion. Sayangnya, tak selang berapa lama Yamaha Vixion berubah. Desain futuristik dengan fiture futuristik juga membuat Yamaha Vixion Lightning bukanlah lawan bagi Honda CB150 Streetfire, sekalipun muka sinchan nya sempat bikin heboh, cukuplah old vixion menjadi sparing bagi motor baru Honda itu.
11-12 ?
Honda pun tersadar, bahwa Yamaha telah satu langkah meninggalkannya. Maka terjadilah apa yang terjadi. Honda CB150R Streetfire pun berubah seperti yang sekarang ini. hehe…
Di kelas light sport berfairing pun ada cerita. Kita masih ingat bagaimana eksklusive nya Honda CBR150. Fairing, CBU, DOHC dan pastinya harga yang teramat mahal untuk motor 150cc 4 tak ketika itu membuatnya hanya dimiliki oleh kalangan tertentu saja. Honda CBR150 memang sangat mahal karena harganya yang tembus di angka 40jt. Bahkan lebih mahal dari Kawasaki SL250 yang notabene kubikaasinya lebih besar. Hal ini diperparah pasca munculnya Yamaha R15, dengan harga yang terpaut 10jt lebih membuat Honda CBR150 nampak semakin over price. Motor inipun semakin tidak laku dipasaran. Konsumen lebih memilh Yamaha R15 yang lebih ramah dikantong. Dan lagi, Honda menempuh jalan Yamaha untuk menolong penjualan Honda CBR150, melokalkan CBR150. Alhasil dengan harga baru yang nyaris sama dengan Yamaha R15, Honda CBR150 pun laris manis dipasaran. Bahkan lebih laris dari Yamaha R15 yang lebih murah duluan.
dari tampang culun bisa berubah keren
Adalagi cerita Honda Blade yang hampir mati muda di gudang Honda, sebelum akhirnya tampang Yamaha Jupiter menyelamatkan nya di pasaran. Lalu ada supra 150 yang tergiur dengan angka penjualan Yamaha MX150. Terakhir kita masih menunggu, matic premium sekelas nmax dari honda dengan harga yang manusiawi menggantikan Honda PCX150 yang overprice itu. Dan mungkin naked bike se gahar Yamaha xabre ber merk Honda. Maka Ketika itu terjadi, mungkin angka penjualan motor Yamaha tak lebih hanyalah remahan dari Honda. Kasihan sekali.
Yup, berbekal motor yang 11-12 dan nama besar Honda, modal yang besar, marketing yang masive, Yamaha bukanlah lawan berarti bagi Honda.
Pesimisme sempat terbersit pada artikel sebelumnya. Manakala prediksi yang beredar menyatakan bahwa motor super keren milik Yamaha ini bakalan dibandrol diatas angka Rp. 30an juta. Hal yang akan menjadi sangat berat mengingat diangka tersebut ada honda CBR150, Kawasaki SL250, dan jagoan2 old crack 2 stroke semisal kawasaki ninja 150. Namun opini berbalik manakala Yamaha memberi harga tak melebihi batas psikologis Rp. 30jt. Mepet sih memang, namun masih dalam batas wajar.
Up side down, head & tail light full LED (motobeam.com)Konsol digital (motobeam.com)kill & start engine switch jadi satu (motobeam.com)hmmm…(motobeam.com)
Meskipun laku bukan jaminan, tapi menurut sukanyamotor, dengan harga segitu, value YAMAHA Xabre menjadi sangat tinggi. Artinya Yamaha Xabre sangat worth-it untuk dibeli, sangat layak untuk dimiliki. Bayangkan saja, shock USD (up side down) yang belum pernah diaplikasikan oleh pabrikan manapun pada kelas ini (usd milik minerva 150 terlalu kecil untuk dibandingkan). Kemudian die cast alumunium banana arm, yang juga belum ada pabrikan lain yang mengaplikasikannya (abaikan dulu suzuki fxr150), double cakram, konsol digital, lampu led… dll.
Khusus untuk shock USD, boleh dibilang fiture premium yang sangat menonjol pada yamaha Xabre. Bahkan motor2 premium entry levelpun gak ada yang memakainya sebagai fiture standar. Sebut saja Kawasaki ninja250, Yamaha R25 dan Honda CBR250, semuanya masih memakai shock konvensional. So, nunggu apalagi ? nunggu pabrikan sebelah ngeluarin kembarannya ? (sales yamaho mode on)
YAMAHA Motor Indonesia akan segera melaunching motor baru yang sebelumnya telah diperkenalkan kepada publik Thailand. Namun berbeda dengan Thailand, sepertinya jagoan baru ini tidak akan diberi nama dengan YAMAHA M-Slaz. Isu yang santer terdengar kemungkinan akan mengusung nama Xbre, ya YAMAHA Xabre. Nama yang keren meskipun agak sulit dieja.
Lalu bagaimana dengan peluangnya ? gak bisa dipungkiri, jagoan baru YAMAHA ini memang layaknya New Kid on The Block. Lumayan menyita perhatian. Tampilan macho, garang nan kekar, plus aksesoris yang wah membuatnya sing ada lawan. Tapi kita flash back kebelakang sebentar. Sebenarnya tampilan yang 11-12 pun pernah diperkenalkan oleh YAMAHA dengan Byson nya. Sayang meskipun tongkrongan bak moge namun penjualan gak bisa bohong, terbukti ganteng bukanlah segala-galanya, YAMAHA Byson penjualannya ndlosor.
Nah, kasus yang sama sepertinya akan berulang pada YAMAHA M-slaz / xbre ini. Apalagi jika harga berada dikisaran 30jt ke atas, sepertinya penjualan akan sangat berat. Ingat, dilevel harga segitu ada HONDA CBR150 dengan kelebihan di mesin DOHC-nya. Sementara kalau saja kawasaki mau modal promosi dikit, merekapun punya jagoan naked bike dikisaran harga kurang dari 40jt, bahkan dengan kubikasi yang jauh lebih besar, 250cc. Kawasaki SL250 harga klo tidak salah Rp. 39jtan, cukup menarik kan ? hanya saja pasar kurang mengenal produk ini. Belum lagi ancaman dari sisa-sisa armada KAWASAKI ninja 150, 2 tak. Para pecandu speed freak pasti bakal milih si jambakan setan ini.
Kesimpulannya, pasar YAMAHA M-slaz / Xbre bakalan segmented, hanya akan diserap oleh kalangan tertentu yang anti mainstream. Lain cerita kalau dari sisi mesin dibenahi, mungkin pasar tidak hanya melirik dan terkagum-kagum saja, melainkan mereka juga akan membelinya.
Yamaha Byson, motor keren yang gak laku (iwanbanaran.com)
Tidak ada yang salah dengan penampilan Yamaha Byson. Semua sepakat (imho) bahwa Yamaha Byson adalah motorentry level dengan tampang maksimal, moge look. Apalagi varian facelift nya, lebih ganteng maksimal dari pendahulunya.Shroudlebih besar, namun gak sampai kedodoran layaknya Honda New MegaPro. Tanki makin kekar, meski banyak yang nyinyir dengan konsep kondomnya (padahal hampir rata2 motor besar tankinya berkondom lho, wkwkwk…). Konsol digital baru. Jok terpisah, terlihat lebih eksklusive dan sporty. Dan lain-lain, dan lain-lain… (more…)