Kenapa Mitsubishi Triton 2026 Didesain Makin Mirip Pajero Sport? Ini Bocoran Spek dan Harganya

Mitsubishi Triton 2026 | credit : CHADSTONE MITSUBISHI

Kalau belakangan ini teman-teman lihat Triton lewat di jalan terus mikir “lho ini Pajero Sport apa Triton sih?”, saya jamin bukan cuma teman-teman yang ngerasa gitu. Mitsubishi Triton 2026 emang didesain dengan wajah yang makin nyerempet ke Pajero Sport, mulai dari bentuk lampu depan, garis grille, sampai siluet samping yang kotak dan gagah ala SUV tangguh. Ini bukan kebetulan, dan saya akan coba bedah kenapa Mitsubishi ngambil keputusan ini.

Mitsubishi Triton 2026 | credit : CHADSTONE MITSUBISHI

Secara bisnis, ini sebenarnya langkah yang cerdas dari Mitsubishi Motors. Pajero Sport selama ini jadi ikon di segmen SUV berbasis pikap di Indonesia, imagenya kuat banget sebagai kendaraan keluarga yang macho tapi tetap nyaman dipakai harian. Nah, Triton sebagai pikap komersial justru sering dianggap “kelas dua” dibanding Pajero Sport meski platformnya satu keluarga. Dengan bikin wajah Triton makin mirip Pajero Sport, Mitsubishi coba angkat persepsi Triton jadi lebih premium, lebih gagah, dan menyasar konsumen yang pengin pikap tapi tetap kelihatan mewah kayak SUV.

Mitsubishi Triton 2026 | credit : CHADSTONE MITSUBISHI

Selain soal persepsi, ada juga alasan efisiensi produksi. Triton dan Pajero Sport generasi terbaru memang dibangun di atas platform yang sama, jadi wajar kalau banyak komponen desain yang bisa dishare biar biaya pengembangan lebih hemat. Toyota juga lakuin hal serupa antara Hilux dan Fortuner, jadi strategi “satu wajah keluarga” ini memang lazim di industri otomotif buat pikap dan SUV turunannya.

Mitsubishi Triton 2026 | credit : CHADSTONE MITSUBISHI

Soal spesifikasi, Triton 2026 dibekali mesin diesel 2.4 liter twin-turbo yang tenaganya diklaim mencapai sekitar 200 tenaga kuda dengan torsi tembus 470 Nm untuk varian tertinggi. Angka ini jelas kompetitif kalau dibanding Toyota Hilux Rangga atau Ford Ranger di kelas yang sama. Transmisi yang ditawarkan ada pilihan manual dan otomatis 6-percepatan, plus sistem penggerak 4WD Super Select II yang sudah jadi andalan Mitsubishi sejak lama karena bisa pindah mode 2H ke 4H tanpa harus berhenti dulu.

Fitur keselamatan juga naik kelas, Triton 2026 sudah dilengkapi Forward Collision Mitigation, Blind Spot Warning, sampai Ultrasonic Misacceleration Mitigation System yang bisa nahan laju mobil kalau pedal gas kepencet tanpa sengaja. Interiornya pun nggak kalah dari Pajero Sport, ada layar infotainment besar, jok kulit di varian atas, dan kabin yang jauh lebih senyap dibanding generasi sebelumnya berkat peredaman suara yang diperbaiki.

Mitsubishi Triton 2026 | credit : CHADSTONE MITSUBISHI

Beda Tipis Triton vs Pajero Sport, Mana yang Lebih Masuk Akal Dibeli?

Kalau dilihat sekilas, memang wajar banyak yang bingung pilih antara dua model ini. Triton lebih unggul di fungsi angkut karena punya bak terbuka, cocok buat teman-teman yang butuh mobil serbaguna, entah buat usaha atau hobi outdoor yang butuh bawa barang besar. Sementara Pajero Sport lebih unggul di kenyamanan kabin belakang karena desainnya emang dari awal SUV utuh, bukan basis pikap yang dimodifikasi jadi tertutup.

Untuk urusan harga, estimasi OTR Triton 2026 di wilayah Jogja dan Jateng berkisar mulai dari 480 jutaan untuk varian standar sampai 640 jutaan untuk varian tertinggi Ultimate 4×4. Sementara Pajero Sport ada di rentang 570 jutaan sampai 700 jutaan tergantung varian. Selisihnya lumayan, jadi kalau budget teman-teman pas-pasan tapi tetap pengin tampang segagah Pajero Sport, Triton varian atas bisa jadi jalan tengah yang oke.

Mitsubishi Triton 2026 | credit : CHADSTONE MITSUBISHI

Menariknya lagi, dengan wajah yang makin mirip, nilai jual kembali Triton diprediksi ikut terkerek naik karena orang jadi nggak ilfeel lagi punya pikap yang keliatan “terlalu commercial”. Ini juga jadi strategi Mitsubishi buat gaet konsumen yang tadinya cuma lirik Hilux Rangga atau Ranger, tapi sekarang mulai mempertimbangkan Triton karena tampilannya nggak kalah gagah.

Buat teman-teman yang lagi galau antara pikap gagah atau SUV nyaman, saya sarankan coba test drive dua-duanya dulu di diler terdekat. Rasakan sendiri bedanya di suspensi, kenyamanan kabin belakang, sama respons setir saat manuver di jalan sempit khas perkotaan Jogja. Karena sebagus apapun spek di atas kertas, kecocokan itu tetap soal selera dan kebutuhan harian masing-masing.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cart
  • No products in the cart.