Harga Pertamax Diprediksi Susah Turun sampai Akhir 2026, Dompet Mobil Harian Auto Kena Imbas

Harga Pertamax Diprediksi Susah Turun sampai Akhir 2026, Dompet Mobil Harian Auto Kena Imbas

Kabar yang bikin dahi berkerut nih, teman-teman. Berdasarkan tren harga minyak dunia dan kurs rupiah yang masih naik turun kayak roller coaster, harga Pertamax diprediksi bakal susah turun sampai akhir 2026 ini. Beberapa analis energi bilang, selama harga minyak mentah dunia masih bertengger di atas 80 dolar per barel dan rupiah belum kembali perkasa, jangan berharap dulu Pertamax bakal balik ke harga ramah kantong kayak beberapa tahun lalu.

Saat ini per September 2026, harga Pertamax di SPBU Pertamina rata-rata masih bertahan di kisaran Rp13.700 sampai Rp14.000-an per liter, tergantung wilayah. Di Jogja dan sekitar Jateng sendiri harganya nggak beda jauh, paling selisih recehan aja dibanding Jakarta. Nah yang bikin agak nyesek, prediksi ini artinya kita harus siap-siap hidup berdampingan sama harga segitu minimal sampai tutup tahun. Nggak ada sinyal bakal ada penurunan signifikan dalam waktu dekat.

Terus, ngaruh nggak sih ke biaya bensin harian mobil kita? Jawabannya jelas ngaruh, apalagi buat teman-teman yang tiap hari wira-wiri kerja naik mobil pribadi. Coba saya kasih gambaran simpel. Misalnya teman-teman pakai Toyota Avanza dengan konsumsi BBM rata-rata 1:12 di kondisi campuran dalam kota dan luar kota. Kalau jarak tempuh harian sekitar 40 kilometer buat pulang-pergi kerja, berarti butuh sekitar 3,3 liter Pertamax per hari. Kalau dikalikan harga Rp13.900 per liter, ya sekitar Rp46 ribuan sehari, atau kalau dikali 25 hari kerja jadi kurang lebih Rp1,15 juta sebulan cuma buat bensin doang.

Bandingkan sama Honda Brio yang konsumsi BBM-nya biasanya lebih irit, sekitar 1:15 sampai 1:16 untuk pemakaian harian. Dengan jarak tempuh yang sama, kebutuhan bensinnya cuma sekitar 2,6 liter per hari, jadi biayanya turun jadi sekitar Rp900 ribuan sebulan. Lumayan kan selisihnya, hampir Rp250 ribu per bulan. Ini kenapa saya sering bilang, di tengah harga BBM yang stagnan tinggi kayak sekarang, pemilihan mobil yang efisien itu jadi makin krusial, bukan cuma soal gengsi tapi soal logika dompet.

Buat yang pakai mobil segmen SUV atau MPV lebih besar kayak Mitsubishi Xpander atau Toyota Innova Zenix bensin, konsumsinya biasanya di kisaran 1:10 sampai 1:11 untuk pemakaian campuran. Dengan jarak tempuh harian yang sama, biaya bensinnya bisa tembus Rp1,3 juta sampai Rp1,5 juta sebulan. Makanya nggak heran belakangan makin banyak yang mulai lirik varian hybrid, karena selisih konsumsi BBM-nya bisa signifikan banget dalam jangka panjang, apalagi kalau harga Pertamax memang diprediksi betah tinggi sampai akhir tahun.

Terus gimana dong biar dompet nggak makin tergerus? Beberapa trik receh tapi ampuh yang biasa saya pakai sendiri antara lain rutin cek tekanan angin ban biar nggak boros bensin, hindari kebiasaan gas-rem mendadak alias nyetir agresif, dan rajin servis berkala biar performa mesin tetap optimal. Selain itu, mulai pertimbangkan juga rute perjalanan yang lebih efisien, kadang jalan memutar tapi lancar justru lebih hemat BBM dibanding jalan pintas tapi macet parah.

Kalau teman-teman lagi mikir mau ganti mobil biar lebih irit BBM, ini momen yang pas buat mulai riset serius. Estimasi OTR di wilayah Jogja dan Jateng untuk city car irit macam Brio atau Agya masih di kisaran Rp180 jutaan sampai Rp220 jutaan tergantung varian, sementara mobil hybrid entry level kayak Yaris Cross Hybrid mulai dari Rp380 jutaan. Memang lebih mahal di awal, tapi kalau dihitung-hitung penghematan BBM jangka panjang, bisa jadi balik modal lebih cepat dari yang dikira, apalagi kalau harga Pertamax memang stubborn kayak prediksi tahun ini.

Intinya, selama harga Pertamax masih di zona segini sampai akhir 2026, saran saya jangan cuma pasrah aja sama kondisi. Mulai hitung ulang budget bulanan buat BBM, evaluasi kebiasaan nyetir, dan kalau memang udah waktunya ganti mobil, pertimbangkan efisiensi BBM sebagai faktor utama, bukan cuma tampilan atau fitur semata. Dompet harian teman-teman yang bakal ngerasain langsung dampaknya, jadi mendingan siap-siap dari sekarang.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cart
  • No products in the cart.