Bos Movistar Yamaha MotoGP Ungkap Nama Pengganti Valentino Rossi

Johann Zarco, berpotensi besar menggantikan Valentino Rossi
Johann Zarco, berpotensi besar menggantikan Valentino Rossi (motogp.com)

Bos Movistar Yamaha MotoGP Ungkap Nama Pengganti Valentino Rossi. Masa kontrak Valentino Rossi bersama Movistar Yamaha MotoGP akan berakhir musim depan (2018), alias tinggal satu tahun lagi. Ditambah Valentino Rossi sudah memberikan isyarat bahwa kebersamaannya dengan Movistar yamaha MotoGP tergantung dengan performa motor Yamaha musim depan. Artinya jika dalam 3-4 seri performa motor Yamaha YZF-M1 jeblok, bisa dipastikan Valentino Rossi bakalan cabut dari Movistar Yamaha MotoGP.

“Salah satu hal yang memotivasinya untuk bertahan di MotoGP hanya kompetitif. Jadi saya rasa kami akan membuat keputusan setelah 3-4 race musim depan,” ucap Jarvis, seperti dikutip dari tribunnews.com.

Hal ini tentu saja memberi tekanan tersendiri bagi Lin Jarvis, bos Movistar Yamaha MotoGP. Sekalipun masih ada Maverick Vinale, namun absennya Valentino Rossi sedikit banyak akan memberikan pukulan tersendiri bagi tim Yamaha. Tidak dipungkiri, meski usia sudah lumayan uzur bagi seorang pembalap motoGP namun Valentino Rossi masih cukup kompetitif di lintasan balap, dan itu sangat dibutuhkan bagi tim sekelas Movistar Yamaha MotoGP.

Kelangsungan Valentino Rossi dengan Movistar Yamaha MotoGP tergantung performa motor YZF-M1
Kelangsungan Valentino Rossi dengan Movistar Yamaha MotoGP tergantung performa motor YZF-M1 (motogp.com)

Kandidat paling kuat yang berpotensi untuk menggantikan Valentino Rossi tentu saja adalah Johann Zarco. Penampilannya yang impresif sepanjang musim 2017 mengundang decak kagum para penikmat motoGP. Pasalnya sebagai pembalap dari tim satelit membuat Johann Zarco hanya kebagian motor lansiran lawas yang performanya masih dibawah motor yang disupport oleh pabrikan resmi.

Penampilan epic Johann Zarco waktu mendorong motornya hingga finish di GP San Marino
Penampilan epic Johann Zarco waktu mendorong motornya hingga finish di GP San Marino (motoGP.com)

Kenyataannya, Johann Zarco tetap mampu bersaing dengan tim-tim pabrikan. Tim Honda Repsol Corporation (HRC), Tim Ducati, sampaipun tim pemasok motor besutannya (Yamaha) juga dibuat kerepotan olehnya. Beberapa kali Johann Zarco juga berhasil podium, beberapa kali pula dia mampu mengasapi rider-rider tim Movistar Yamaha MotoGP, Maverick Vinales dan Valentino Rossi.  Sebuah pencapaian yang memukau melihat statusnya sebagai rookie di musim 2017.

“Johann Zarco akan menjadi salah satu kandidatnya. Penampilannya di tahun 2018 akan sangat penting,” lanjut Jarvis, seperti dikutip dari tribunnews.com.

Lalu siapakah rider berikutnya yang menjadi sorotan Lin Jarvis ? Rafael Van der Mark ataukah rekan satu tim Johann Zarco, Jonas Folger ? Bukan kedua-duanya, melainkan Cal Cruthclow. Seperti halnya dengan Johann Zarco, Cal Crutchlow juga pernah bersinar bersama Monster Yamaha Tech 3. Karakter balapnya juga setipe dengan Johann Zarco yang meledak-ledak.

“Beberapa pembalap termasuk Cal Crutchlow juga akan bebas kontrak di akhir musim itu. Jadi kita lihat saja bagaimana tahun 2018 berjalan,” ucap Jarvis

Bersama Monster Yamaha Tech 3 di tahun 2013 Cal Cuthclow mampu finish di peringkat 5 dengan raihan poin 188. Raihan ini lebih bagus jika dibandingkan dengan raihan Johan Zarco musim 2017 yang finish diperingkat 6 dengan raihan 174 poin. Namun secara usia Cal Crutchlow yang berusia 32 tahun boleh dibilang sudah lumayan uzur. Dibandingkan Johann Zarco yang masih berusia 27 tahun atau 5 tahun lebih muda dari Cal Crutchlow.

Cal Cruthclow, saat memperkuat tim Monster Yamaha Tech 3
Cal Cruthclow, saat memperkuat tim Monster Yamaha Tech 3 (motogp.com)

Last, cmiiw…

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge