Mantan Bos Repsol Honda tak Menyangka Bakalan Pensiun Sebelum Valentino Rossi

Livio Suppo salah satu aktor sentral di belakang suksesnya Casey Stonner menjuarai gelar Juara Dunia pertamanya di motoGP
Livio Suppo salah satu aktor sentral di belakang suksesnya Casey Stonner menjuarai gelar Juara Dunia pertamanya di motoGP (motogp.com)

Mantan Bos Repsol Honda tak Menyangka Bakalan Pensiun Sebelum Valentino Rossi. Livio Suppo secara resmi mengundurkan diri sebagai bos Repsol Honda. Keputusan yang mengejutkan tentunya bagi semua pihak. Disaat tim besutannya berhasil merengkuh semua gelar yang ada. Dari gelar juara dunia motoGP 2017, juara konstruktor dan menjadi tim terbaik motoGP 2017 sukses direngkuh tim Repsol Honda. Satupun tak ada yang disisakan untuk tim lain.

Kepala tim Honda Repsol Corporation (HRC) dan direktur komunikasi/pemasaran Honda ini mengundurkan diri diusianya yang sudah menginjak 53 tahun, sehari setelah Marc Marquez sukses mengamankan gelar juara dunia motoGP untuk yang ke 4 kalinya. Atau tepatnya setahun sebelum kontraknya bersam HRC habis di tahun 2018.

Kembali ke Honda Repsol tahun 2011, Casey Stonner kembali bertemu Livio Suppo sekaligus mengoleksi gelar juara Dunia motoGP untuk kedua kalinya
Kembali ke Honda Repsol tahun 2011, Casey Stonner kembali bertemu Livio Suppo sekaligus mengoleksi gelar juara Dunia motoGP untuk kedua kalinya (motogp.com)

Livio Suppo bergabung dengan HRC pada tahun 2010. Setahun kemudian dibawah komandonya dia berhasil mengantar Casey Stonner menjadi juara dunia motoGP di tahun 2011. Dua tahun kemudian, Livio Suppo dipercaya HRC untuk memimpin tim balap HRC di MotoGP. Tak tanggung-tanggung, ditahun itu pula Livio Suppo sukses membuat the Baby Alien, Marc Marquez merengkuh gelar pertamanya di kelas para raja.  Secara total keseluruhan, Marc Marquez sukses mengumpulkan 4 gelar dibawah kepemimpinan seorang Livio Suppo.

Marc Marquez juara dunia motoGP sebanyak 4x bersama Honda Repsol Corporation dengan kepala Tim Livio Suppo
Marc Marquez juara dunia motoGP sebanyak 4x bersama Honda Repsol Corporation dengan kepala Tim Livio Suppo (motogp.com)

Livio Suppo juga merupakan sosok di belakang proyek Ducati pada 2003-2009. Setelah 6 tahun bersama Ducati, pria kelahiran Turin ini kemudian bergabung bersama team HRC. Satu yang dirasa kurang dalam diri Livio Suppo, bahwa dia tak pernah sekalipun berada satu tim bersama Valentino Rossi. Salah satu sosok pembalap MotoGP yang dikaguminya.

Selama berkiprah di motoGP, tak sekalipun Valentino Rossi satu tim dengan Livio Suppo
Selama berkiprah di motoGP, tak sekalipun Valentino Rossi satu tim dengan Livio Suppo (motogp.com)

“Kami tak pernah bekerja sama meski memulai karier di kejuaraan dunia balap motor grand prix pada waktu yang hampir bersamaan. Bahkan, saya selalu bekerja sama dengan rivalnya sejak 2006,” kata Suppo dalam wawancara dengan media Spanyol, Marca, Kamis (23/11/2017).
“Saya tak punya relasi yang sangat dekat dengan Rossi. Namun, saya sangat mengagumi dia. Lagipula siapa yang tak mengagumi Rossi. Dia merupakan panutan para pebalap muda,” ujar Suppo. (dikutip dari bola.com).

Hal yang menarik dari seorang Valentino  Rossi dimata mantan bos musuh besarnya ini adalah bahwa di usianya yang menginjak angka 38 tahun tak membuat seorang Valentino Rossi meredup. Dia masih sangat kompetitif di usia senjanya, meskipun harus bersaing dengan pembalap-pembalap muda yang usianya berbeda belasan tahun lebih.

“Lucunya, beberapa tahun lalu saya tak pernah menyangka akan pensiun sebelum Valentino Rossi,” ujar Suppo.

Last, cmiiw…

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge