Adab-adab Berkendara di Jalan Raya

Adab, bisa diartikan sebagai sopan santun (thecorner.wordpress.com)

Jalan raya adalah milik umum. Hendaknya setiap pengguna memahami adab-adab dalam berkendara di jalan raya. Sehingga terciptalah kenyamanan, keamanan dan keselamatan di jalan raya.

Berikut beberapa adab yang mestinya dimiliki oleh masing-masing pengguna  jalan raya.

Belok ? kasih tanda dong

1. Pindah jalur atau belok ? tidak cukup dengan menyalakan sein. Perlu juga tengok kanan-kiri plus belakang (kaca spion). Banyak kecelakaan terjadi karena kelalaian dalam hal ini.

Bujaksana dalam berklakson (my-armae.com)

2. Bijaksana menggunakan klakson. Siapa sih yang mo tiduran dijalan raya ? kalo depan kosong pasti jalan kok, sabar. Inget, membunyikan klakson itu ibarat memerintah. Sayangnya gak ada orang di jalan yang suka diperintah-perintah, jadi jagalah hati (jangan ko kotori, hehe…). Yang sabar injek rem, yang egois/arogan pencet,  klakson. Tinggal pilih.

Karena high beam bukan mode default (thecarconection.com)

3. Keep light low, maksudnya usahakan lampu utama selalu dalam kondisi low beam. Kecuali untuk keperluan tertentu (mo nyalip atau jarak pandang berkurang). Masalahnya, silau men dan sangat mengganggu pengguna lain yang dari arah berlawanan. Kesannya juga arogan, provokatif.

4. Pelan ? ambil lajur kiri. Kenceng ? ambil lajur agak ke tengah (jangan lajur kanan nanti dihajar dari depan)

Mobil offset

5. Khusus mobil, jangan suka main offset (selip kanan-kiri) sembarangan. Apalagi saat macet, karena terkadang motor yang mestinya (masih) bisa lewat harus stuck gara-gara mobil yang sopirnya berjiwa biker. Bikin tambah parah macetnya.

Dan masih banyak lagi. Tapi sementara itu dulu, coz menurut saya 5 hal tersebut yang paling sering bikin jalanan tidak nyaman dan aman

Last, cmiiw…

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge