Tips Berkendara, Maksimalkan Sumber Daya di Sekitar Kita

Tag line POLRI (google.com)

Sekedar sharing (berdasarkan pengalaman pribadi) beberapa tips berkendara yang kiranya dapat meningkatkan level aman selama di jalan raya. Sekalian mengkampanyekan tagline Kepolisian RI, ‘Keselamatan sebagai Kebutuhan’.

Ketika kita berkendara, ada saatnya kita kesulitan untuk mengetahui dan mengenali faktor-faktor ‘x’ yang kadang bisa mengancam keselamatan. Apakah itu karena posisi kita yang terlalu dekat dengan kendaraan lain yang ada di depan atau karena laju kendaraan kita yang terlalu cepat, sehingga seringkali kita terlambat atau bahkan tidak bisa mengantisipasi faktor-faktor ‘x’ tersebut.

Di bawah ini saya sharing beberapa tips manakala kita dalam kondisi kepepet dan tidak bisa memaksimalkan spion, (lho kok spion ?…). So, check these lists :
1. Manfaatkan body mobil sebagai spion tambahan
Ini yang sering saya lakukan saat akan melakukan offset (mengambil jalur dari dalam ke luar) dimana posisi motor biasanya begitu dekat dengan mobil di depan, sehingga boleh dikatakan seakan-akan kita tidak ada waktu untuk menoleh ke spion (khawatir jika mobil tiba-tiba berhenti mendadak, so mata gak boleh meleng). Jadi dengan memanfaatkan kemilaunya cat mobil untuk melihat kondisi di belakang kita. Sebenarnya tidak melulu cat sih, tapi apapun itu yang bisa memantulkan bayangan.

2. Antisipasi dengan kolong mobil
Nah, ini mungkin terdengar agak aneh. Tapi, trust me, its work !. Manakala posisi anda bereada di area blind spot dan sekitarnya, yang gak bisa lihat apa-apa tapi rasa hati gak betah terus-terusan dikentutin mobil maka resep ini boleh dicoba. Caranya adalah dengan mengambil posisi yang tidak terlalu dekat dengan mobil sehingga kita bisa dengan leluasa memanfaatkan kolong mobil untuk melihat apa yang ada di depan mobil tersebut. Kondisi paling memungkinkan untuk memraktekkan tips ini adalah di jalan menanjak. Agak absurd memang, tapi bisa dicoba dulu.

3. Sorot lampu jadi klakson kedua
Khusus di malam hari atau kondisi mega bermendung, tips ini bisa dipraktekan. Simpel saja, manakala kita mau masuk lintasan, misalkan dari gang, selain tengok kiri-kanan, sorot lampu mobil juga bisa menjadi tanda. Sepele banget ya ?

4. Gesture mobil/motor sebagai tanda
Terkadang mobil/motor lupa memberi tanda (sein) manakala mereka akan bermanuver (belok, pindah jalur, dll). Pada kondisi ini, kita bisa mengantisipasi dari gerakan (gerak-gerik) yang ditunjukkan oleh mobil/motor tersebut. Misalkan mobil mulai agak miring ke kanan, berarti dia mau ambil kanan. Kalau goyang kiri dikit-dikit berarti dia mo ambil sisi kiri. Klo goyangnya kanan kiri beraturan, kemungkinan driver sedang mengantuk. hehe…

Sebenarnya ada banyak hal yang bisa kita jadikan acuan untuk mengantisipasi faktor ‘x’ yang membahayakan diri kita di jalan raya. Belajar dari pengalaman pastinya, jadi tidak melulu bersandar pada spion, klakson maupun sein saja.

Last, cmiiw.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge