Biker cuma Butuh Space 80cm, tidak Lebih

Bukan untuk kasus seperti ini ^_^ (ramadan.tempo.co)

Musim hujan sudah sedemikian akrab dengan kita dalam beberapa hari (bahkan minggu) terakhir. Banjir, longsor, jalanan rusak adalah menu sarapan rutin. Saat mo berangkat beraktifitas… macet. Tidak hanya satu titik tapi bertitik-titik. Kadang memang cuma satu titik, tapi panjaaangg… banget. Akan cukup melegakan dan menghibur manakala motor kita masih bisa bergerak sekalipun hanya meter demi meter dalam 2 detik, pelan. Lha kalau tidak bisa bergerak gara-gara kehalang mobil yang juga mau maen slusap-slusup, bagaimana ?

Sebentar, (menyangkut judul) kita lokalisir dulu topik permasalahan pada satu tema saja yaitu “macet pada jalur satu arah” dan gak padat-padat amat ^_^. Agar pembahasan tidak mbeleber kemana-mana. Seperti “macet di persimpangan” misalnya, dimana semua juga sudah mahfum kalo biang kerok(umum)nya adalah pe-sepeda motor yang gak sabaran nan egois plus maen sruntal-sruntul saja. Macet deh.

Nah, yang ini adalah kondisi dimana jalan hanya satu arah (forbidden) , tidak ada persimpangan, jumlah motor pun gak keterlaluan (kek jakarta), tidak ada papasan muka dengan muka. Semua jalan lurus segaris satu arah tanpa patahan.

Nah, mungkin yang seperti ini (metro.news.viva.co.id)

Macet, bagi sepeda motor, di jalan satu arah (forbidden) sebenarnya hal yang aneh dan tidak masuk akal. Lha wong standar lebar ter-ndaplang paling mentok cuma di angka 80cm tok, masak sih gak ada space segitu di jalanan macet satu arah ?. Kalopun mentok didepan, motor-is punya kemampuan buat manuver kanan atau kekiri untuk mencari jalan ke depan. Itu kalo ada, kalo gak ada dan memang benar-benar gak ada ? stuck, macett… bukan.

Penyebab utama motor-is macet di jalan forbidden adalah akibat ulah mobil-mobil yang suka offset (bener gak istilahnya ?) sembarangan. Mobil mo nyalip nanggung, akhirnya mobil ‘mbanggok’ ditengah-tengah ‘gang ‘motor’ dan tidak bisa bergerak. Pada kondisi ini praktis motor-is hanya bisa menunggu saja. Padahal sering kali terjadi di depan mobil offset tersebut ada banyak space luang bagi sepeda motor untuk bergerak. Sama halnya ketika motoris dihadapkan pada kondisi dimana mobil berjajar empat di jalan yang sebenarnya hanya 2 jalur. macet..cettt.. dan bumpet pemirsa.

Mobil gagal/ancang-ancang overtake, akhirnya ‘mbanggok’

Penyebab ke dua muncul ketika motor stuck dan tidak bisa bermanuver ke kanan maupun ke kiri karena moncong mobil yang terlalu dekat dengan pantat mobil di depannya. Semakin ironis manakala motor-is hendak bermanuver tapi mobil seakan ingin menutup ruang gerak motor-is tersebut dengan cepat-cepat bergeser ke depan. Ini sering terjadi. Padahal gesernya tidak lebih dari 1 meter, kebangetan.

Jadi, buat mobil-ers, mohon pengertiannya donk. Jangan suka salip kanan-salip kiri saat kondisi jalanan macet. Gak ada untungnya, paling majunya cuman satu sendok. Juga mohon moncong mobilnya jangan terlalu mepet (waktu jalan macet) dengan mobil di depan agar motor-is bisa bermanuver. Motor-is cuman butuh 80cm untuk bisa jalan, so please share the road to us.

last, cmiiw…

2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge