Yamaha akan Sukses dengan Mogenya, tapi…

Motor super keren kek gini jangan harap dijual di warung-warung terdekat (arpem.com)

Ah, hanya kira-kira saja bukan ramalan, boleh tho ? buat yang gak demen yamaha woles bro, ndak usah terprovokasi apalagi terintimidasi. Tahu lahh.. dimana-mana motor pribadi itu lebih baik, hehe…

Tapi kok tiba-tiba ngomong nulis ‘Yamaha akan Sukses dengan Mogenya, tapi…‘ ? harus ada dasarnya dong. Oke, dasarnya hanyalah dari kesimpulan berdasarkan studi kira-kira dengan parameter subyektif yang ada dikepala, titik. Bingung ?…

 Bayangin klo jutawan desa tiba-tiba lihat display R1 ini waktu mereka jalan-jalan ke pasar kabupaten saat nyari sarung? (arpem.com)

Jadi studi kira-kiranya gini, moge-moge yang bersliweran dijalan itu kebanyakan milik orang-orang kota. Sebut aja Ducati, HD, Aprilia, bahkan merk-merk jepang yang cukup familiar di telinga orang Indonesia semacam Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki… jarang ada kan orang desa yang punya ? Bukan karena mereka gak punya duit (inget lho ya, gak semua orang desa itu kere dan gak semua orang kota itu kaya) tapi lebih karena mereka belum pernah lihat tempat jualnya dimana, imso (in my stupid oppinion). Padahal setiap kali ada pawai motor-motor besar mampir ke desa-desa, dipastikan mereka pada ‘njerabing’ (berderet) dipinggir jalan dengan raut wajah terpesona. Gak cuman orang kere-nya, orang kayanya juga pasti ikut njerabing meskipun dengan malu-malu mengakui ke-takjubannya. apik-e caaahhh….

 Jumpa N250 di jalan kabupaten itu sudah luar biasa apalagi klo liat R6, woww pastinya (arpem.com)

Point-nya apa, pada dasarnya mereka sangat tertarik dan menganggap moge itu sesuatu yang wow. Jika sudah tertarik, pastinya mereka akan beli jika suatu saat mereka punya duit. Tapi ketika punya duit malah jadi bingung, mo beli dimana ? wong di kabupatennya gak ada dealer yang jualan. Pun semua brosur kredit yang bertebaran isinya cuman motor-motor ‘kecil’. Beli ke pulau jakarta ? ribeettt… lha wong memperpanjang STNK aja pakai jasa calo kok. hehe….

Jadi, Yamaha akan Sukses dengan Mogenya, tapi… dengan catatan mereka mempunyai ‘perwakilan’ display moge ditiap-tiap dealer, minimum tingkat Kabupaten lah. So, konsumen potensial akan terfasilitasi hasratnya, pun tanpa ribet. Gak perlu muluk-muluk dengan memasang display moge ‘sesungguhnya’, cukup modal baliho bertuliskan ‘moge ini bisa dibeli di sini’ atau ‘moge ini bisa dipesan di sini’, hehe… Insya Alloh ada yang beli. Coba aja deh. Mumpung merk semacam Ducati baru punya dealer dibeberapa kota besar saja dan tidak sampai ke desa-desa. Mumpung merk semacam Harley Davidson hanya punya 3(atau 4) dealer di seluruh Indonesia. Dari sini saja kita bisa menilai bahwa Yamaha mempunyai kemampuan penetrasi pasar yang lebih aduhai dibandingkan kompetitornya.

Itu saja sih, sori telah menyia-nyiakan waktu berhargane sampeya buat membaca telaah konyol ini, hehehe…

Last, cmiiw…

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge