Case Perbaikan Jembatan Kali Silandak – Kalibanteng Semarang, Project Planning Amburadul untuk yang Kesekian Kalinya

jalan nasional, jalan arteri, jalan kelas-1, bisa-bisanya jadi jalan kampung selebar 4 meter

Seperti yang duluuu pernah ditulis di sini, Manajemen Proyek Jalan Raya yang Amburadul, tentang proyek-proyek dalam hubungannya dengan sarana dan prasarana lalu lintas yang terkesan asal-asalan dalam perencanaannya, ternyata memang sudah menjadi penyakit kronis di negeri ini.


Kasus terakhir yang teramat sangat mengganggu adalah tentang perbaikan Jembatan Kali Silandak – Kalibanteng Semarang. Tergambar bagaimana tidak profesionalnya proyek tersebut. Baik dalam perencanaannya maupun pelaksanaanya di lapangan. Apakah tidak dipikirkan sebelumnya bahwa status  jalan tersebut adalah Jalan Nasional, bukan gang kampung, yang sewaktu-waktu bisa dikerjakan proyek padanya? Apakah tidak dipikirkan bahwa jalan Nasional adalah jalan yang sangat penting kedudukannya pada sebuah negara? Apakah tidak dipikirkan bahwa jalan Nasional itu berpengaruh dengan kegiatan perekonomian sebuah negara ? Tidak hanya Jalan Nasional, Jalan Siliwangi sebelum kalibanteng – semarang juga bisa dikategorikan sebagai jalan Arteri dan jalan kelas-1. Jadi, sangat penting kedudukannya.

Bayangkan, jika jalan dengan status seperti di atas kemudian dipangkas kedudukannya layaknya jalan kampung. Bayangkan, jalan yang semestinya bisa dilalui kendaraan-kendaraan besar seperti bus, tronton dll, kemudian lebarnya dikurangi menjadi 4 meter-an saja, apakah masuk akal ? parahnya, proyek yang boleh dibilang skala kecil tersebut, sudah sebulan lebih gak rampung-rampung. Parah !

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge