Apa Itu Highside(r) – Lowside(r) dalam Balapan ?

Dani Pedrosa mengalami highside(r) di Aragon-Spanyol, tadi malam (news.com.au)

Pada balapan motoGP 2013 seri Aragon-Spanyol, lagi-lagi Dani Pedrosa mengalami kecelakaan. Dan sepertinya, untuk kesekian kalinya, do’i mesti mengubur (lagi) impiannya menjadi jawara di motoGP tahun ini. Mengawali lomba dengan agresif, Dani Pedrosa terlempar setelah mengalami highside. Apa itu Highside ?

Sebelumnya, jika ada Highside tentu ada juga yang disebut lowside. Nah, ilustrasi di bawah ini bisa menjadi gambaran awal tentang seperti apa highside dan lowside itu terjadi.

Tipe kecelakaan highside dan lowside

Highside dan lowside adalah tipikal kecelakaan yang terjadi pada sebuah tikungan. Dalam gambar di atas, jika Jorge Lorenzo berbelok ke kiri maka sisi kirinya disebut lowside, dimana sisi tersebut merupakan sisi yang berdekatan dengan aspal, sisi rendah (jiah, ada yang lebih enak dieja gak ?). Kebalikannya, sisi kanan jorge Lorenzo adalah highside, sisi tinggi (hehe… masih aneh ejaannya) karena letaknya yang diatas, berjauhan dengan aspal. 

Highside umumnya terjadi karena penggunaan rem belakang yang berlebihan. Rider menginjak pedal rem terlalu dalam, roda belakang berhenti berputar yang akhirnya menyebabkan roda tersebut kehilangan traksi lalu ‘drift out’, sliding keluar. Sejauh ini, sebenarnya tidak ada masalah, yang menjadi masalah adalah jika rider tersebut panik kemudian melepas pedal rem belakang dengan tiba-tiba. Alhasil roda belakang menemukan kembali traksinya, roda belakang kembali berputar tiba-tiba dalam kecepatan penuh. Perpaduan antara dua hal ini (saat high speed) serta steering yang salah (tidak mampu mengendalikan motor pada arah sentripetal yang berlawanan) mampu menimbulkan hentakan cukup hebat yang membuat bagian belakang motor terangkat tanpa kendali dan rider terlempar dari posisinya, terjadilah highside. Sebab lainnya adalah gas(throttle) yang berlebihan ketika keluar dari tikungan.

Beberapa contoh highside…

Lorenzo highside (www.motorcyclenews.com)

Stoner highside (www.zimbio.com)

Vermaulen highside (www.motorcycle-usa.com)

Sama halnya dengan highside, lowside juga terjadi karena roda yang kehilangan traksi namun dengan posisi jatuh yang ‘benar’. Terjadi karena pengereman yang berlebihan, jalan licin karena oli/pasir, atau juga karena throttle gas yang berlebihan saat keluar dari tikungan.

Ini yang lowside…

Stonner lowside (www.flickr.com)
 Rossi lowside (www.360stopni.org)

Dampak highside biasanya lebih spektakuler dan lebih menyakitkan dibandingkan dengan lowside. Motor terlempar dari jalurnya, berguling-guling, terbang, atau lebih parah lagi. Biasanya rider akan mengalami cedera yang cukup parah akibat insiden ini. Patah kaki, colar bone, pergelangan tangan, dan lain-lain. Sementara lowside mungkin hanya menyebabkan memar kecil dan baret-baret saja pada tubuh si rider.

last, cmiiw… ^_^

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge