Manajemen Proyek Jalan Raya yang Amburadul

Kemarin sore, pas pulang kerja, hati dibikin dongkol bin kesel aka. juengkel setengah modar. Masalahnya sih biasa, jalan macet super puanjang, yang luar biasa (bikin dongkol) adalah penyebab kemacetannya. Ada kontraktor koplak galau nggelar aspal ditengah jalan arteri sebelum Kali Banteng – Semarang, akses satu-satunya (pantura) menuju Semarang dan sekitarnya. Bayangkan…

gambar ilustrasi (http://pengaspalanjasapengaspal.blogspot.com)

Lha wong nggelar aspal kok ya jam 4 sore, pas jam sibuk-sibuknya para kuli dan kendaraan besar melintas. Apa gak gendeng galau itu ? Apalagi pada satu-satunya jalan penghubung antara timur dan barat kota Semarang, komplit deh galaunya.

Penyebab waktu pengaspalan dilakukan siang hari, bisa bermacam-macam. Bisa manager proyeknya yang o’on galau, anggaran yang kecil sehingga tidak bisa dieksekusi dimalam hari dan bisa juga disebabkan suplier aspalnya bermasalah hingga pengerjaan molor sampai pada waktu-waktu yang krusial. Apapun itu, kejadian seperti ini sepertinya memang lagi tren (di semarang), karena beberapa waktu lalu saat pengerjaan proyek flyover kali bantengpun ada kejadian yang sama. Yaitu pekerjaan pemasangan buis beton untuk drainase di pagi hari, jam 7 !!! yang menyebabkan space jalan hanya cukup untuk lewat satu truk tronton saja. Bayangkan, jalur utama di jam sibuk  tapi cuma dikasih space segitu, totaly damn !!! Pun sama juga dengan yang terjadi di jalan Sultan Agung dan jalan Setiabudi. Dan yang paling konyol adalah, pengecatan jalan untuk area zona aman sekolah di daerah sumur boto Tembalang yang dilakukan pada pukul 6 pagi. ckck…
 jam 6 pagi ngecat jalan ?
 macet lahh…

Semestinya pekerjaan proyek semacam ini bisa direncanakan dengan lebih baik lagi oleh penyelenggara proyek (Dishub, PU, Manajer Proyek) agar tidak mengganggu kepentingan umum dalam pelaksanaanya. Misalnya dengan memindah waktu pengerjaannya pada malam hari, disaat arus lalu lintas tidak padat. Memang konsekuensinya biaya proyek akan membengkak, tapi toh itu demi kepentingan bersama. Kalaupun biaya proyek membengkak, bukankah pembiayaan bukan dari perseorangan ataupun golongan tapi dari pungutan pajak dari masyarakat juga ?

pengaspalan di malam hari (antaranews.com)

Pengalaman waktu di Jakarta dulu, jalan yang waktu sore-nya masih amburadul tapi bisa dibikin halus mulus di pagi hari.Artinya proyek perbaikan dikerjakan pada malam hari, dan bisa. Tapi mengapa di Semarang tidak bisa ?

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge